Tampilkan postingan dengan label 5. Silsilah Ilmiyyah Mengenal Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5. Silsilah Ilmiyyah Mengenal Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Maret 2021

Halaqah 07 - Mengenal Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam Sebagai Rasul Terakhir

Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam meninggal pada tahun ke-11 Hijriah setelah menyempurnakan tugas menyampaikan risalah dari Allah. Beliau Shallallahu 'alayhi wa sallam meninggal dunia sebagaimana manusia yang lain yang juga meninggal dunia. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ

“Setiap jiwa akan merasakan kematian.” (QS Ali ‘Imran: 185)

Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman:

إِنَّكَ مَيِّتٌ۬ وَإِنَّہُم مَّيِّتُونَ

“Sesungguhnya engkau akan meninggal dunia dan mereka akan meninggal dunia” (QS Az Zumar: 30 )

Beliau Shallallahu 'alayhi wa sallam adalah Rasul terakhir, tidak ada Rasul sepeninggal Beliau. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍ۬ مِّن رِّجَالِكُمۡ وَلَـٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّـۧنَۗ

“Bukanlah Muhammad bapak salah seorang laki-laki di antara kalian, akan tetapi Beliau adalah Rasulullah dan penutup para Nabi.” (QS Al Ahzab: 40)

Dalil-dalil dari hadits Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam bahwasanya Beliau adalah Nabi terakhir mencapai derajat mutawatir. Dan sebagian ulama mengatakan;

◆ Kalau seseorang tidak mengetahui bahwa Muhammad Shalallahu''alayhi wa sallam adalah Nabi terakhir maka dia bukan Muslim, karena ini termasuk perkara yang diketahui secara darurat di dalam agama Islam. yaitu Al Quran dan juga Al Hadits dan menyiapkan para ulama yang amanat untuk menyampaikan keduanya kepada umat.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُ ۥ لَحَـٰفِظُونَ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran dan sesungguhnya Kami akan menjaganya” (QS Al Hijr: 9)
 


Senin, 22 Maret 2021

Halaqah 06 - Inti Dakwah Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam

 



Inti dakwah Beliau Shallallahu 'alayhi wa sallam adalah sama dengan inti dakwah Nabi-nabi sebelum Beliau Shallallahu 'alayhi wa sallam


Yaitu mengajak manusia untuk meng-Esa-kan Allah di dalam ibadah dan meninggalkan kesyirikan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :


وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ


“Dan tidaklah Kami mengutus sebelummu seorang Rasul kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Aku, maka hendaklah kalian menyembah-Ku.” (QS Al Anbiya: 25)


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang Nabi Nuh, Rasul yang pertama:


لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ


“Sungguh Kami telah mengutus Nūh kepada kaumnya maka dia berkata, ‘Wahai kaumku sembahlah Allah, kalian tidak memiliki sesembahan selain Dia’.” (QS Al A’raf: 59)


Ucapan yang semakna juga diucapkan oleh Nabi-nabi setelah Beliau.


⇒ Lihat Surat Al Araf: 65, 73 dan 85.


Demikian pula Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam, selama 10 tahun pertama, Beliau berdakwah kepada tauhid dan mengingatkan manusia dari kesyirikan.


Kemudian turunlah kewajiban shalat 5 waktu pada tahun ke-10 kenabian dan tidak disyariatkan kebanyakan syariat kecuali di kota Madinah.


Ketika manusia sudah memiliki aqidah yang kuat (tauhid yang benar), seperti puasa Ramadhan, zakat, haji, adzan dan lain-lain.


Yang demikian karena amal ibadah tidak diterima oleh Allah kecuali bila dalam diri seseorang ada tauhid.


BACA JUGA

Halaqah 07 ~ Mengenal Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam Sebagai Rasul Terakhir

Halaqah 06 ~ Mengenal Inti Dakwah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam

Halaqah 05 ~ Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Membawa Tata Cara Beribadah Dari Allah

Oleh karena itu, wasiat Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam kepada Mu’adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman untuk berdakwah adalah:


“Hendaknya engkau mengajak kepada syahadat

 “لا إله إلا الله”

dan syahadat

 “محمد رسول الله.”

(HR Bukhari dan Muslim)


Dan sampai akhir hayat Beliau Shallallahu 'alayhi wa sallam, Beliau berusaha menjaga tauhid dan membentengi umat dari kesyirikan.


Lima hari sebelum Beliau Shallallahu 'alayhi wa sallam meninggal dunia, Beliau mengingatkan umat Islam bahwa orang-orang sebelum mereka dahulu menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah atau masjid. maka Beliau Shallallahu 'alayhi wa sallam melarang menjadikan kuburan sebagai masjid. (HR Muslim)


Yang demikian karena membangun masjid di atas kuburan adalah pintu menuju kesyirikan. Semua ini menunjukkan bahwasanya inti dakwah Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam adalah TAUHID


Itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah berikutnya.

Jumat, 19 Maret 2021

Halaqah 05 - Mengenal Beliau Sebagai Utusan Yang Membawa Tata Cara Beribadah Dari Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى”


 

Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Mengenal ﷺ adalah “Mengenal Beliau Sebagai Utusan Yang Membawa Tata Cara Beribadah Dari Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى”


Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى ketika mengutus seorang Rasūl untuk menyampaikan perintah beribadah, juga mengutus Rasūl tersebut untuk menyampaikan tata cara ibadah tersebut. Rasūlullāh ﷺ,


✓ Membawa perintah shalat dari Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan juga membawa tata caranya.


✓ Membawa perintah puasa dari Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan juga membawa tata caranya.


Cara ibadah tidak diserahkan kepada akal kita masing-masing atau kepada budaya atau kepada guru kita. Akan tetapi tata cara ibadah adalah dari Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى melalui lisan Rasul-Nya ﷺ


Dan Allāh tidak menerima amal ibadah kecuali yang dilakukan sesuai dengan cara yang telah diajarkan oleh Rasūlullāh ﷺ. Beliau ﷺ bersabda:


مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ


“Barang siapa yang mengamalkan sebuah amalan yang tidak ada dalilnya dari kami maka amalan tersebut tertolak.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Imām Muslim rahimahullāh)


Barang siapa yang mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad ﷺ, maka hendaklah dia mencukupkan diri dengan ibadah yang sudah Beliau ajarkan. Tidak boleh dia membuat ibadah yang baru yang tidak diajarkan oleh Rasūlullāh ﷺ. Dan tidak boleh dia beribadah, kecuali setelah yakin bahwa dalilnya shahīh.


Alhamdulillāh, semua ibadah yang mendekatkan diri kita kepada surga telah Rasūlullāh ﷺ ajarkan. Beliau pernah mengatakan:


مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ إِلاَّ وَ قَدْ بُيِّنَ لَكُمْ


“Tidaklah tersisa sesuatupun yang mendekatkan diri kepada surga dan menjauhkan dari neraka kecuali sudah diterangkan kepada kalian.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Thabrāni di dalam Al Mu’jāmil Kabīr)


Lebih baik seseorang beribadah sedikit tetapi berdasarkan dalil yang shahih, dari pada dia beribadah yang banyak akan tetapi tidak berdasarkan dalil yang shahih. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-5 ini. Dengan demikian, kita sudah menyelesaikan Silsilah Mengenal Rasūlullāh ﷺ.


Dan in syā Allāh kita bertemu kembali pada Silsilah Ilmiyyah berikutnya yang berjudul “Mengenal Agama Islam”.

Kamis, 18 Maret 2021

Halaqah 04 - Mengenal Beliau Shallallahu 'alayhi wa sallam Sebagai Seorang Rasul Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Berita Dari Allah Subhanahu wa Ta'ala


 

Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Mengenal Shallallahu 'alayhi wa sallam yaitu “Mengenal Beliau Shallallahu 'alayhi wa sallam Sebagai Seorang Rasul Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Berita Dari Allah Subhanahu wa Ta'ala”.


Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam sebagai seorang utusan, diantara tugasnya adalah membawa berita-berita dari Allah.


✓  Baik berita di masa lalu, seperti: kisah-kisah para Nabi dan umat-umat terdahulu.

✓  Maupun berita di masa yang akan datang, seperti: kejadian setelah mati dan kejadian-kejadian di hari akhir.


Kewajiban kita sebagai seorang yang beriman adalah membenarkan berita-berita tersebut, bila memang dalilnya shahih. Allah berfirman:


وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (٣) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (٤


“Dan tidaklah Beliau berbicara dari hawa nafsunya. Tidaklah ucapan Beliau kecuali wahyu yang diwahyukan kepada Beliau.” (QS An-Najm: 3-4)


•) Kalau kita benarkan Beliau Shallallahu 'alayhi wa sallam, maka sebenarnya kita telah membenarkan Allah.


•) Dan kalau kita dustakan Beliau, maka sebenarnya kita telah mendustakan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

◆ Akal yang sehat tidak akan bertentangan dengan dalil yang shahīh.


BACA JUGA

Halaqah 05 ~ Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Membawa Tata Cara Beribadah Dari Allah

Halaqah 04 ~ Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Membawa Berita Dari Allah

Halaqah 03 ~ Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Membawa Larangan Dari Allah

⇒ Apabila dalil yang shahih sepertinya tidak masuk akal, maka ketahuilah bahwasanya kekurangan ada di dalam akal kita yang memang sangat terbatas, bukan pada dalil.


◆ Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam dikenal oleh kaumnya sebagai orang yang jujur semenjak sebelum Beliau diutus menjadi nabi.


Tidak pernah Beliau sekalipun berdusta;


√  baik kepada anak kecil, sebaya maupun kepada orang tua.

√  baik ketika bercanda maupun dalam keadaan sungguh-sungguh.


Apabila Beliau Shallallahu 'alayhi wa sallam tidak berani untuk berdusta atas nama Beliau dan juga atas nama manusia, maka bagaimana Beliau Shallallahu 'alayhi wa sallam berani berdusta atas nama Allah Subhanahu wa Ta'ala Rabbul ‘alamin?


Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqah yang selanjutnya.

Rabu, 17 Maret 2021

Halaqah 03 - Mengenal Beliau Sebagai Seorang Rasūl Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Larangan-larangan Dari Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَ


 

Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Mengenal Rasūlullāh ﷺ adalah “Mengenal Beliau Sebagai Seorang Rasūl Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Larangan-larangan Dari Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى”


Rasūlullāh ﷺ sebagai seorang utusan membawa larangan-larangan dari Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Beliau sampaikan larangan-larangan tersebut kepada kita semua supaya kita menjauhi. Beliau ﷺ bersabda:


مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ


“Apa yang aku larang maka hendaklah kalian jauhi.” (HR Muslim)


Dan larangan Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى ada 2 macam :


⑴ Haram


⑵ Makruh, yaitu dibenci


■ HARAM


Larangan yang haram apabila dikerjakan maka berdosa, seperti :


Berzina

Membunuh tanpa haq

Riba

Berdusta

Ghībah (membicarakan orang lain)

Sihir

Perdukunan

Minum minuman keras

Dan lain-lain.

■ MAKRUH


Adapun larangan yang makruh, maka apabila dikerjakan perbuatan tersebut dibenci akan tetapi tidak sampai kepada dosa, seperti misalnya :


Memakan bawang merah & bawang putih dalam keadaan masih mentah

Makan minum dengan bersandar

Tidur sebelum shalat ‘Isya

Dan lain-lain.

Kita sebagai seorang Muslim dan juga Muslimah hendaklah meninggalkan larangan-larangan tersebut. Dan yakin bahwasanya Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tidaklah melarang sesuatu kecuali di sana ada hikmahnya dan ada kebaikan bagi diri kita. Terkadang kita mengetahui hikmah tersebut dan terkadang kita tidak mengetahuinya.


Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-3 ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

Selasa, 16 Maret 2021

Halaqah - 02 Mengenal Beliau Sebagai Seorang Rasul Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Perintah Dari Allah Subhanahu wa Ta’ala”.


 

Halaqah yang ke-2 dari Silsilah Mengenal Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah “Mengenal Beliau Sebagai Seorang Rasul Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Perintah Dari Allah Subhanahu wa Ta’ala”.


Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam sebagai seorang utusan, membawa perintah-perintah dari Allah. Beliau sampaikan perintah-perintah tersebut kepada kita supaya kita jalankan sesuai kemampuan kita.


Beliau shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:


وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ


“Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian maka kerjakan sesuai kemampuan kalian”. (HR Muslim)


Dan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala ada 2 macam:


1⃣ Wajib

2⃣ Sunnah (dianjurkan)


🕋 WAJIB

Amalan yang wajib apabila kita tinggalkan maka berdosa, seperti:


✅ Shalat 5 waktu

✅ Berpuasa Ramadhan

✅ Haji bagi yang wajib

✅ Memakai hijab bagi wanita

✅ Dan lain-lain.


Maka ini adalah amalan-amalan yang wajib.


🕋 SUNAH

Adapun amalan yang sunnah apabila tidak dikerjakan seseorang tidak berdosa, seperti:


💚 Shalat rawatib

💚 Shalat dhuha

💚 Puasa Senin dan Kamis

💚 Puasa Nabi Dawud

💚 Dan juga amalan-amalan sunnah yang lain.


🔖 Kita kerjakan perintah-perintah tersebut sesuai dengan kemampuan kita, misal :


📝 Bila kita tidak mampu shalat wajib dengan berdiri, maka kita duduk.

📝 Apabila seseorang tidak mampu melaksanakan sholat berjama’ah di masjid karena sakit, maka silahkan dia melaksanakan shalat tersebut dirumahnya.

📝 Apabila seseorang tidak mampu berpuasa Ramadhan karena sakit atau bepergian, maka bisa dia ganti pada hari-hari yang lain.

📝Orang yang tidak mampu shalat malam 11 raka’at, maka dia bisa shalat malam lebih sedikit dari itu.

📝Demikian pula orang yang tidak mampu berpuasa Dawud ‘alayhissalam, maka bisa berpuasa dengan puasa yang lebih ringan dari itu.


📌 Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah memerintah kita dengan sebuah perintah kecuali di dalam perintah tersebut ada hikmah dan juga kebaikan bagi kita semua.

Senin, 15 Maret 2021

Halaqah 01 - Pentingnya Mengenal Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam



Halaqah yang Pertama dari Silsilah Ilmiyyah Mengenal Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah tentang “Pentingnya Mengenal Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam”.


Pertanyaan yang ke-2⃣ yang setiap kita akan ditanya di alam kubur adalah tentang “Siapa Nabimu?”.


📝 Wajib atas setiap Muslim dan Muslimah untuk mengenal Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.


Beliau adalah;


💟 Muhammad Ibnu ‘Abdillāh Ibnu ‘Abdil Muththalib.

💟 Termasuk keturunan Nabi Ismā’īl bin Ibrāhīm ‘alayhimāssalām.

💟 Beliau Lahir di Mekkah.

💟 Dan diutus menjadi Nabi yang terakhir ketika berumur 40 tahun,

💟 kemudian menyampaikan risalah Allāh Subhānahu wa Ta’āla selama 23 tahun.

💟 Meninggal di kota Madīnah

💟 Setelah Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyempurnakan agama ini bagi Beliau dan juga umatnya.


📝 Mengenal Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam tidaklah cukup hanya mengenal nama dan nasab Beliau, atau menghapal keluarga dan shahābat Beliau.


Mengenal Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah :


🅰 Mengenal tugas Beliau sebagai seorang utusan Allāh Subhānahu wa Ta’āla kepada kita.

🅱 Dan mengetahui apa kewajiban kita terhadap Beliau.


Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah mengutus Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam kepada kita dengan membawa 4 perkara:


■ 1⃣ : Membawa perintah dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla supaya kita jalankan.

■ 2⃣ : Membawa larangan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla supaya kita jauhi.

■ 3⃣ : Membawa berita dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla supaya kita benarkan.

■ 4⃣ : Membawa tatacara ibadah dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla supaya kita beribadah kepada Allāh dengan cara tersebut.


📝 Kalau kita mena’ati Beliau di dalam 4 perkara ini, berarti kita pada hakekatnya telah menaati Allāh. 📝 Karena perintah, larangan, berita dan cara ibadah adalah dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla. 📝 Sedangkan tugas Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam hanyalah sekedar menyampaikan kepada kita.


مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ الله


“Barangsiapa yang menta’ati Rasul, maka sungguh dia telah mentaati Allāh.” (QS An Nisā: 80)


Dan pada halaqah-halaqah selanjutnya, in syā Allāh akan kita bahas satu per satu dari perkara di atas.

Halaqah 20. Penjelasan Pokok Kelima Bagian 3

Halaqah yang ke-20 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al-Ushūlul As-Sittah (6 Kaidah), sebuah kitāb yang dikarang oleh Syaikh Muhammad...