Jumat, 02 April 2021
Halaqah 08 - Ihsan dan Rukunnya
Kamis, 01 April 2021
Halaqah 07 - Rukun Iman
Rabu, 31 Maret 2021
Halaqah 06 - Rukun Islam
Selasa, 30 Maret 2021
Halaqah 05- Tingkatan - Tingkatan Di Dalam Islam
Senin, 29 Maret 2021
Halaqah 04 - Keutamaan Islam Yang Dibawa Oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam
Islam yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad ﷺ memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki syari’at sebelumnya, di antaranya :
⑴ SYARI’AT BELIAU ﷺ ADALAH UNTUK SELURUH UMAT MANUSIA
Allāh berfirman:
قُلۡ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡڪُمۡ جَمِيعًا
“Katakanlah: Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah Rasūlullāh untuk kalian semuanya” (QS Al A’rāf: 158)
Wajib bagi setiap orang yang mendengar diutusnya Rasūlullāh ﷺ untuk beriman dengan Beliau.
Barangsiapa yang tidak beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ setelah diutusnya Beliau maka dia kafir, meskipun dia mengaku mengikuti syariat seorang Nabi sebelum Rasūlullāh ﷺ.
Rasūlullāh ﷺ bersabda :
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah mendengar tentang diriku seorang pun dari ummat ini, baik Yahudi maupun Nashrani, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan apa yang aku bawa, kecuali dia termasuk penduduk neraka.” (HR Muslim)
⑵ SYARI’AT BELIAU ﷺ ADALAH SYARIAT YANG PALING SEMPURNA
Rasūlullāh ﷺ bersabda :
مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ، ويُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ، إِلَّا وَقَدْ بُيِّنَ لَكُمْ
“Tidak ada sesuatu yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka kecuali sudah diterangkan kepada kalian.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Ath Thabrāni di dalam Al Mu’jamil Kabīr)
Datang beberapa orang Yahudi kepada Salmān Al-Fārisi radhiyallāhu ‘anhu dan mengatakan:
قَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّ شَيْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ
“Nabi kalian telah mengajarkan kepada kalian segala sesuatu sampai tata cara buang air kecil.” (HR Muslim)
Apabila permasalahan yang dianggap sepele oleh manusia diajarkan oleh Islam maka bagaimana dengan permasalahan yang lain?
⇒ Islam mengajarkan:
• ‘Aqidah kepada Allāh
• Akhlaq kepada manusia
• Tatacara berdagang
• Makanan yang halal
• Makanan yang haram
• Dan lain-lain.
Oleh karena itu seorang Muslim hendaknya bersyukur atas nikmat hidayah kepada Islam ini ketika banyak manusia yang tidak mendapatkannya.
Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.
Jumat, 26 Maret 2021
Halaqah 03 - Yang Membedakan Di Antara Para Nabi
Para Nabi beragama Islam menyerahkan dirinya hanya kepada Allāh Subhānahu Wa Ta’āla, yang membedakan antara agama islam yang dibawa seorang Nabi dengan agama islam yang dibawa Nabi yang lain adalah:
⑴ Tata cara beribadah
⑵ Halal & juga haram
🔸Terkadang satu ibadah yang memiliki nama yang sama akan tetapi caranya yang berbeda.
🔸 Terkadang sesuatu yang diharamkan atas satu umat dihalalkan bagi umat yang lain.
Semuanya ini sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan dari Allāh Subhānahu Wa Ta’āla Dzat Yang Maha Tahu & Maha Bijaksana.
Allāh Subhānahu Wa Ta’āla berfirman :
ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ.
“Kami telah jadikan masing-masing dari kalian syari’at dan juga cara.” (Al-Maidah: 48)
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
الأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ مِنْ عَلاَّتٍ وَأُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ
“Para Nabi itu adalah saudara satu bapak ibu-ibu mereka berbeda akan tetapi agama mereka satu”
(Muttafaq ‘Alaihi).
Yang dimaksud dengan “ibu ibu mereka berbeda” adalah syariat mereka berbeda.
Shalat & zakat telah disyariatkan kepada umat sebelum Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.
Allāh Subhānahu Wa Ta’āla berfirman tentang Nabi Ismā’īl:
وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ
“Dan dahulu Nabi Ismā’īl menyuruh keluarganya untuk shalat & juga zakat.” (Maryam: 55)
Nabi ‘Isa ‘alaihissalām, beliau berkata:
وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا
“Dan Allāh Ta’āla telah berwasiat kepadaku untuk shalat dan juga zakat selama aku masih hidup.” (Maryam : 31)
Namun shalat di atas tanah terbuka diluar tempat khusus ibadah hanyalah disyariatkan didalam agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam
Demikian pula rampasan perang diharamkan bagi umat umat sebelum kita dan dihalalkan bagi kita.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
وَجُعِلَتْ لِي الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا، فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلِّ، وَأُحِلَّتْ لِي المَغَانِمُ وَلَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي
“Dan telah dijadikan bagiku tanah ini (bumi ini) sebagai masjid & juga alat untuk bersuci, maka siapa saja di antara umatku yang mendapatkan waktu shalat maka hendaklah dia shalat, dan telah dihalalkan bagiku harta rampasan perang dan tidak dihalalkan bagi seorangpun sebelumku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kamis, 25 Maret 2021
Halaqah 02 - Agama Para Nabi Adalah Islam
Halaqah yang kedua dari Silsilah Mengenal Agama Islam berjudul “Agama Para Nabi adalah Islam”.
💟 Islâm yang artinya penyerahan ibadah hanya kepada Allah, adalah agama para nabi. Agama mereka satu, yaitu Islam.
📗 Berkata Nabi Ibrahim ‘alaihissalâm:
أَسۡلَمۡتُ لِرَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
“Aku ber-islam (menyerahkan diriku) kepada Rabbul ‘âlamîn.” (QS. Al-Baqarah [2]: 131)
📗 Beliau dan juga Nabi Ya’qub berwasiat kepada anak-anaknya:
يَـٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
“Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah (Subhânahu wa Ta’âlâ) telah memilih agama bagi kalian, maka janganlah kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan sebagai orang Islam.” (QS. Al-Baqarah [2]: 132)
📗 Berkata murid-murid Nabi Isa ‘alaihissalâm kepada beliau:
وَٱشۡهَدۡ بِأَنَّا مُسۡلِمُونَ
“Dan saksikanlah bahwasanya kami adalah orang-orang Islam.” (QS. Âli ‘Imrân [3]: 52)
📗 Nabi Musa ‘alaihissalâm, beliau pernah berkata kepada kaumnya:
فَعَلَيۡهِ تَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّسۡلِمِينَ
“Maka hendaklah kalian hanya ber-tawakkal kepada Allah kalau kalian benar-benar orang Islam.” (QS. Yunus [10]: 84)
📗 Di dalam suratnya, Nabi Sulaiman ‘alaihissalâm berkata kepada Ratu Balqis dan para pengikutnya:
أَلَّا تَعۡلُواْ عَلَىَّ وَأۡتُونِى مُسۡلِمِينَ
“Hendaklah kalian jangan sombong kepadaku dan datanglah kalian kepadaku dalam keadaan sebagai orang Islam.” (QS. An-Naml [27]: 31)
📗 Inilah agama para nabi dan para pengikut mereka, dan Allah Subhânahu wa Ta’âlâ tidak menerima kecuali agama Islam.
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَـٰمُۗ
“Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah agama Islam.” (QS. Âli Imrân [3]: 19)
وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَـٰمِ دِينً۬ا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِى ٱلۡأَخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِينَ
“Dan barangsiapa yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya, dan dia di akhirat akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Âli Imrân [3]: 85)
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits shahîh:
الْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ مِنْ عَلَّاتٍ وَأُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ
“Para nabi adalah saudara sebapak, ibu-ibu mereka berbeda, dan agama mereka satu.” (HR. Al-Bukhariy dan Muslim)
Itulah yang bisa kita sampaikan, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
Rabu, 24 Maret 2021
Halaqah 01 - Pengertian Islam
Halaqah yang Pertama dari Silsilah Ilmiyyah Mengenal Agama Islam adalah tentang pengertian Islam secara Bahasa dan Syari’at.
🕌 Islam Secara bahasa adalah penyerahan diri, 🕌 sedangkan secara istilah syari’at maka yang dimaksud dengan Islam adalah penyerahan ibadah hanya kepada Allāh Subhānahu Wa Ta’āla semata.
🔖 Orang Nashrani dikatakan masuk ke dalam agama Islam, apabila :
➡ Meninggalkan penyembahan terhadap Nabi ‘Isa dan juga ibunya (Maryam).
➡ Hanya menyembah dan menyerahkan dirinya kepada Allāh Subhānahu Wa Ta’āla.
🔖 Seorang yang beragama Islam adalah orang yang :
✅ Hanya menyerahkan ibadahnya kepada Allāh semata.
✅ Tidak menyerahkan sebagian ibadah kepada siapapun selain Allāh, baik seorang Nabi, seorang Malaikat, jin, orang yang shalih, kepada batu, pohon dan lain-lain.
🔖 Oleh karena itu, syarat masuk ke dalam agama Islam adalah :
1⃣ Syahādat Lā ilāha illAllāh, dan juga
2⃣ Syahādat Muhammad Rasūlullāh.
SYAHĀDAT LĀ ILĀHA ILLALLĀH Artinya adalah persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allāh.
🔖 Orang yang sudah mengucapkan “Lā ilāha illAllāh” kemudian menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allāh, maka berarti dia :
❌ Belum memahami makna Islam, atau
❌ Memahami akan tetapi melanggarnya, Dan keduanya adalah musibah.
🔖 Semoga Allāh Subhānahu Wa Ta’āla memudahkan kita semua dan orang-orang yang kita cintai untuk memahami agama islam ini.
Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
Halaqah 20. Penjelasan Pokok Kelima Bagian 3
Halaqah yang ke-20 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al-Ushūlul As-Sittah (6 Kaidah), sebuah kitāb yang dikarang oleh Syaikh Muhammad...
-
Kenapa harus menuntut Ilmu Syar'i? Kan dari sekolah sudah belajar agama selama 12 tahun sejak tingkat sekolah Dasar hingga tingkat sek...
-
Saat terlalu banyak hati yang perlu di jaga...bisa jadi itu salah satu bentuk ujian kesabaran lainnya yang Allah cobakan terhadap hatimu.. #...
