Tampilkan postingan dengan label 7. Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 7. Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 November 2021

Halaqah 75 - Manfaat Mempelajari Iman Kepada Hari Akhir



 Halaqah yang ke-75 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Manfaat Mempelajari Iman Kepada Hari Akhir”

Beriman kepada hari akhir memiliki manfaat yang banyak dan pengaruh yang baik bagi seorang muslim, di antaranya:

1. Mengingatkan seorang muslim bahwa dunia hanyalah sebentar dan bahwasanya hari kiamat dan hisab mereka sudah dekat. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَىberfirman dalam Al-Qur’an Surat Al Anbiya ayat 1:

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ

Telah dekat bagi manusia hisab mereka, sedang mereka dalam kelalaian berpaling.

2. Mengingatkan seorang muslim supaya tidak tertipu dengan kenikmatan dunia dan kenikmatan yang Allah berikan kepada orang-orang kafir dunia. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَىberfirman dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 196-197:

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادمَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُِ

Janganlah sekali-kali kamu tertipu dengan kegiatan orang-orang kafir negeri-negeri. Kesenangan yang sedikit, kemudian kembali mereka adalah Jahannam. Dan Jahannam adalah sejelek-jelek alas.

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادمَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُِ

Janganlah sekali-kali kamu tertipu dengan kegiatan orang-orang kafir negeri-negeri. Kesenangan yang sedikit, kemudian kembali mereka adalah Jahannam. Dan Jahannam adalah sejelek-jelek alas.

3. Mengingatkan seorang muslim bahwa kesuksesan yang sebenarnya adalah kesuksesan di akhirat. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَىberfirman dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran : 185

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Dan tidaklah kehidupan di dunia, kecuali kesenangan yang menipu.

4. Mengingatkan seorang muslim bahwa kehinaan dan kerugian yang sebenarnya adalah apabila seseorang masuk ke dalam neraka. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَىberfirman dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran:192 menceritakan orang-orang yang beriman

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Wahai Rabb kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang zhalim.

5. Menguatkan kesabaran seorang muslim di dalam menghadapi musibah-musibah dunia yang menimpanya. Dia menyadari bahwasanya dirinya dan apa yang ia miliki adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah.

6. Beriman kepada hari akhir mendidik seorang muslim supaya senantiasa ikhlas dalam beramal karena dia menyadari bahwasanya amalan yang ikhlaslah yang akan bermanfaat di hari kiamat.

7. Mengingatkan seorang muslim tentang pentingnya dalam segera bertaubat dan beristighfar dari dosa karena dosa adalah penyebab semua bencana di akhirat.

8. Beriman kepada hari akhir mengingatkan seorang muslim untuk senantiasa bersabar di atas ketaatan kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَىdan bersabar dalam menjauhi kemaksiatan. Dan semua itu jauh lebih ringan dari pada adzab di akhirat.

9. Mengingatkan seorang muslim akan besarnya nikmat Islam dan Iman yang Allah berikan kepadanya. Karena dengan sebab itulah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَىakan memberikan kebahagiaan kepadanya di dunia dan di akhirat.

10. Mengingatkan seorang muslim akan bahayanya kekafiran, kesyirikan dan kemunafikan. Di mana ketiganya adalah penyebab kekekalan di dalam neraka.

11. Beriman kepada hari akhir mendorong seorang muslim untuk semangat berdakwah di jalan Alloh, mengajak saudara se-Islam untuk berpegang teguh dengan agamanya dan mengajak orang kafir untuk masuk Islam supaya terhindar dari adzab yang kekal.

12. Beriman kepada hari akhir mengingatkan kita tentang pentingnya berdoa kepada Alloh meminta kebahagiaan akhirat. Di antara doa di dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah:201 adalah:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari azab neraka.

Rasulullah ﷺ pernah berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ

Ya Allah aku meminta kepada Mu surga dan apa yang mendekatkan kepada surga baik ucapan ataupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada Mu dari neraka dan apa yang mendekatkan kepada neraka baik ucapan ataupun perbuatan (Hadist Shahih Riwayat Ibnu Majah).

Akhirnya kita berdoa kepada Allah, semoga Allah menetapkan hati kita di atas agamanya, mengumpulkan kita semua di dalam surga dan menjaga kita semua dari api neraka.

itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah


Rabu, 10 November 2021

Halaqah 74 - Percakapan Penghuni Surga Dan Penghuni Neraka

 


Halaqah yang ke-74 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Percakapan Penghuni Surga Dan Penghuni Neraka”

Akan terjadi percakapan antara penghuni surga, penghuni neraka dan Ashabul A’raf. Mereka adalah orang-orang yang berada di sebuah tempat yang tinggi antara surga dan neraka yang dinamakan dg Al A’raf. Mereka adalah orang-orang yang timbangan kebaikan dan kejelekannya sama.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al A’Raf ayat 44-51 yang artinya :

Dan para penghuni surga memanggil para penghuni neraka dengan mengatakan “Sesungguhnya kami telah memperoleh apa yang Rabb kami janjikan kepada kami dengan haq. Apakah kalian telah memperoleh apa yang Rabb kalian janjikan kepada kalian dengan Haq?” Maka para penghuni neraka menjawab Betul. Kemudian seorang penyeru menyeru diantara kedua golongan itu seraya mengatakan Laknat Allah atas orang-orang yang zhalim, 


(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan menginginkan jalan tersebut menjadi bengkok. Dan mereka mengingkari kehidupan akhirat.

Dan diantara keduanya yaitu antara penghuni surga dan penghuni neraka ada batas dan di atas Al A’raf ada orang-orang yang mereka mengenal masing-masing dari dua golongan tersebut dengan tanda-tanda mereka. Maksudnya mengenal penghuni surga dan penghuni neraka dengan tanda-tanda mereka. Dan para Ashabul A’raf menyeru penghuni surga, seraya mengatakan Salamun Alaikum (Keselamatan atas kalian) Mereka belum memasuki surga sedang mereka ingin segera memasukinya.

“Dan apabila pandangan mereka dipalingkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata “Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami bersama-sama orang-orang yang zhalim”

Kemudian Ashabul A’raaf memanggil beberapa pemuka orang kafir yang mereka kenal dengan tanda-tanda mereka seraya mengatakan “Harta yang kalian kumpulkan dan apa yang kalian sombongkan, tidaklah bermanfaat bagi kalian”

Apakah mereka ini (yaitu para penghuni surga) adalah orang-orang yang kalian telah bersumpah bahwasanya mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?”.Maka dikatakan kepada Ashabul A’Raf Masuklah kalian ke dalam surga, tidak ada ketakutan atas kalian dan tidak (pula) kalian akan bersedih.

Kemudian penghuni neraka menyeru penghuni surga Limpahkanlah kepada kami air atau makanan yang telah Allah berikan kepada kalian. Para penghuni surga menjawab “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya atas orang-orang kafir

(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan senda gurau. Dan kehidupan dunia telah menipu mereka. Maka pada hari ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu telah melupakan pertemuan mereka dengan hari ini. Dan dahulu mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

Dan akan didatangkan Al Maut (kematian). Rasulullah ﷺ bersabda:

Akan didatangkan kematian atau Al Maut dalam bentuk domba jantan yang 

amlah, maksudnya yang berwarna putih dan hitam. Dan warna putihnya lebih banyak.Maka menyerulah penyeru:

Wahai penghuni surga! Para pemghuni surga pun menjulurkan leher-leher mereka dan melihat.Kemudian penyeru itu berkata:

Apakah kalian mengenal ini?Mereka berkata:

Ya, ini adalah kematianDan mereka semuanya sebelumnya telah melihat kematian. Kemudian penyeru berkata:

Wahai penghuni neraka!Maka para penghuni neraka menjulurkan leher-leher mereka dan melihat, kemudian penyeru berkata:

Apakah kalian mengenal ini?Mereka menjawab:

Ya, ini adalah kematian.Dan mereka semua sebelumnya sudah melihat kematian tersebut. Maka disembelihlah kematian. Berkatalah penyeru tersebut:

Wahai penghuni surga, kekekalan dan tidak ada kematian, dan wahai penghuni neraka, kekekalan dan tidak ada kematian (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).

Para penghuni surga bergembira karena mereka akan kekal di dalam kenikmatan dan tidak akan meninggal dunia. Adapun para penghuni neraka, maka mereka akan bersedih karena mereka akan kekal di dalam adzab dan tidak akan meninggal dunia.

Ketika penghuni surga telah masuk ke dalam surga dan penghuni neraka telah masuk ke dalam neraka maka syetan yang telah menyesatkan para penghuni neraka akan berlepas diri dari mereka. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 22 yang artinya :

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara telah diselesaikan “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali aku tidak memiliki kekuasaan atas kalian, melainkan (sekedar) aku mengajak kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku mengingkari perbuatan kalian, ketika kalian sebelumnya mempersekutukan aku (dengan Allah). Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih”.Demikianlah akhir yang buruk bagi syetan dan para pengikut mereka karena mereka akan kekal di dalam neraka selama-lamanya. Dan demikianlah akhir yang baik bagi orang-orang yang bertakwa, mereka akan kekal selama-lamanya di dalam surga.

itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah


Selasa, 09 November 2021

Halaqah 73 - An-Naar dan Adzabnya Bagian 3

 


Halaqah yang ke-73 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian yang Ketiga”

Di antara makanan penduduk neraka adalah dharii’. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman dalam Surat

لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ۬ (٦) لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِى مِن جُوعٍ۬ (٧) وُ

Tidak ada makanan bagi mereka kecuali dzori’ yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.

Al-Ghosiyah : 6-7

Ada yang mengatakan dharii’ adalah nama tumbuhan berduri. Dan di antara nama makanan mereka adalah buah dari pohon zaqqum. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ (٤٣) طَعَامُ ٱلۡأَثِيمِ (٤٤) كَٱلۡمُهۡلِ يَغۡلِى فِى ٱلۡبُطُونِ (٤٥) كَغَلۡىِ ٱلۡحَمِيمِ (٤٦) خُ

 Sesungguhnya pohon zaqqum adalah makanan orang yang sangat berdosa. Dia seperti cairan logam yang mendidih di dalam perut. Seperti mendidihnya air yang sangat panas. (Ad-Dukhan : 43-46)

Dalam ayat yang lain Allah mengabarkan bahwasanya zaqqum adalah pohon yang keluar dari dasar neraka. 

Mayangnya seperti kepala-kepala setan dan para penghuni neraka akan memakannya dan memenuhi perutnya dengan buah tersebut (As-Shaffaat: 62-66).

Allah juga menyebutkan bahwasanya setelah penuh perut mereka dengan buah zaqqum, maka mereka akan meminum dari air yang mendidih seperti unta yang sangat kehausan (Lihat Al-Waqi’ah : 51-55).

Di dalam surat Al-Kahfi : 29, disebutkan bahwasanya setiap kali mereka meminta air minum, maka mereka akan diberi air minum seperti cairan logam yang mendidih yang akan menghanguskan wajah-wajah mereka.

Maksudnya ketika air tersebut mendekat ke mulut mereka. Dan ketika meminumnya, maka air tersebut akan memotong-motong usus mereka. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَسُقُواْ مَآءً حَمِيمً۬ا فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ

Dan mereka akan diberi air minum yang sangat panas, maka air panas tersebut akan memotong-motong usus-usus mereka. (Muhammad : 15)

Dan di antara makanan penghuni neraka adalah gislin,yaitu nanah penduduk neraka yang sangat busuk baunya dan sangat tidak enak rasanya. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

فَلَيۡسَ لَهُ ٱلۡيَوۡمَ هَـٰهُنَا حَمِيمٌ۬ (٣٥) وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنۡ غِسۡلِينٍ۬ (٣٦) لَّا يَأۡكُلُهُ ۥۤ إِلَّا ٱلۡخَـٰطِـُٔونَ (٣٧

Maka tidak ada baginya pada hari ini teman dekat di sini. Dan tidak ada makanan bagi mereka kecuali dari gislin. Tidak akan memakannya kecuali orang-orang yang berdosa. (Al-Haqqah : 35-37)

Pakaian mereka dari api dan tembaga panas. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

فَٱلَّذِينَ ڪَفَرُواْ قُطِّعَتۡ لَهُمۡ ثِيَابٌ۬ مِّن نَّارٍ۬ يُصَبُّ

Maka orang-orang kafir akan dipotongkan bagi mereka pakaian-pakaian dari api. (Al-Hajj :19)

Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٍ۬ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ

Pakaian mereka dari tembaga panas dan api akan menutupi wajah-wajah mereka. (Ibrahim : 50)

Kulit penghuni neraka yang begitu tebal akan matang. Namun setiap matang Allah akan mengembalikan seperti semula, supaya dia merasakan adzab kembali (Lihat Surat An-Nisa:56).

Isi perut mereka akan meleleh dan kulit mereka akan hancur setelah disiram dengan air panas. Dan mereka akan dipukul dengan palu-palu dari besi setiap kali mereka berusaha untuk keluar dari siksa (Al-Hajj :19-22).

Di dalam neraka mereka akan diseret di atas wajah-wajah mereka. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِى ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ

 Pada hari di mana mereka akan diseret di dalam neraka di atas wajah-wajah mereka (Al-Qamar :48)

Wajah mereka akan menjadi hitam (Lihat Surat Ali-Imran : 106).

Leher mereka akan dibelenggu dan kaki mereka akan dirantai kemudian diseret di dalam air yang mendidih dan dibakar dengan api (Lihat Ghafir : 71-72).

Demikianlah pedihnya adzab bagi penghuni neraka. Mereka berteriak meminta kepada Allah supaya dikeluarkan dari neraka dan beramal shaleh. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَهُمۡ يَصۡطَرِخُونَ فِيہَا رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا نَعۡمَلۡ صَـٰلِحًا غَيۡرَ ٱلَّذِى ڪُنَّا نَعۡمَلُۚ

Dan mereka berteriak dari dalam neraka, Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami maka kami akan beramal shaleh, amalan yang lain dari apa yang sudah kami amalkan. (Faathir : 37)

Namun permintaan mereka tidak berarti. Mereka juga meminta kepada para penjaga neraka supaya mereka berdoa kepada Allah agar meringankan adzab kepada mereka, meskipun hanya satu hari, supaya mereka bisa istirahat (Ghafir :49).

Namun permintaan mereka tidak membawa hasil. Mereka juga berkata kepada Malaikat Malik, malaikat penjaga neraka, supaya Allah mematikan mereka saja. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَنَادَوۡاْ يَـٰمَـٰلِكُ لِيَقۡضِ عَلَيۡنَا رَبُّكَ‌ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّـٰكِثُونَ

 Dan mereka memanggil, Wahai Malik hendaklah Rabb-mu mematikan kami. (Az-Zukhruf : 77)

Malik berkata, Sesungguhnya kalian akan terus tinggal di neraka. Mereka tidak akan keluar dari neraka, tidak akan diringankan adzabnya dan tidak akan dimatikan. Balasan bagi orang-orang yang kafir kepada Allah Rabbul ‘Alamiin.

itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah


Senin, 08 November 2021

Halaqah 72 - An-Naar dan Adzabnya Bagian 2



Halaqah yang ke-72 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian yang Kedua”

Neraka akan dinyalakan pada hari kiamat dan apabila sudah dinyalakan dia tidak akan padam. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

وَإِذَا ٱلۡجَحِيمُ سُعِّرَتۡ

“Dan apabila neraka dinyalakan” (At-Takwir : 12)

Dan AllAh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

ڪُلَّمَا خَبَتۡ زِدۡنَـٰهُمۡ سَعِيرً۬ا

Setiap kali neraka akan padam, maka Kami akan menambah nyala apinya (Al-Israa : 97)

Neraka bisa melihat, mendengar dan berbicara. Rasulullah ﷺ bersabda,

Akan keluar potongan dari neraka yang berbentuk leher pada hari kiamat. Dia memiliki dua mata yang melihat, dua telinga yang mendengar dan lisan yang berbicara. Dia berkata, Aku diberi tugas untuk mengadzab tiga golongan. 

Setiap orang yang sombong dan keras kepala (maksudnya dalam menentang kebenaran). 

Orang yang berdoa kepada selain Allah bersama Alloh. 

Dan orang-orang yang menggambar (Yaitu menggambar mahluk yang bernyawa) (Hadits shahih riwayat Tirmidzi).


Pintu-pintu neraka ada tujuh. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٲبٍ۬ لِّكُلِّ بَابٍ۬ مِّنۡہُمۡ جُزۡءٌ۬ مَّقۡسُومٌ

Neraka memiliki tujuh pintu. Setiap pintu ada bagiannya (Al-Hijr : 44)

Maksudnya, akan dimasuki penghuni neraka sesuai dengan amalannya. Pintu-pintu tersebut akan dibuka langsung ketika penduduk neraka sampai di depan pintu neraka tanpa adanya syafaat (Lihat Az-Zumar : 71).

Di bulan Ramadhan, tujuh pintu ini akan ditutup (HR. Bukhari dan Muslim).

Setelah masuk orang-orang kafir ke dalam neraka, maka pintu-pintu tersebut tidak akan dibuka untuk mereka. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

عَلَيۡہِمۡ نَارٌ۬ مُّؤۡصَدَةُۢ

Bagi mereka neraka yang tertutup (Al-Balad : 20)

Neraka memiliki tingkatan-tingkatan sesuai dengan kedahsyatan adzabnya. 

Orang-orang munafik berada di tingkat paling bawah. 

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا

Sesungguhnya orang-orang munafik berada di tingkat paling bawah dari neraka  (An-Nisa : 145)

Dan orang yang paling ringan adzabnya adalah yang disebutkan oleh Rasulullah ﷺ

Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan adzabnya adalah orang yang memakai dua sandal dan dua tali sandal dari api. Akan mendidih otaknya oleh sebab keduanya. Seperti mendidihnya periuk. Dia tidak melihat ada orang yang lebih keras adzabnya dari pada dia. Padahal sesungguhnya dialah orang yang paling ringan adzabnya. (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahan bakar neraka adalah orang-orang kafir, batu dan segala sesuatu yang disembah selain Allah dan dia ridha. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُواْ وَلَن تَفۡعَلُواْ فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ‌ۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَـٰفِرِينَ

Maka hendaklah kalian takut dengan neraka, yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan untuk orang-orang kafir. (Al-Baqarah : 24)

Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

إِنَّڪُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمۡ لَهَا وَٲرِدُونَ

Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah bahan bakar jahannam. Kalian akan memasukinya.Anbiya : 98)

 (Al-

Api neraka adalah api yang sangat panas. Dan telah berlalu bahwasanya api di dunia adalah satu dari tujuh puluh bagian api neraka. Tidak ada kesejukan sama sekali di dalam neraka. Benda-benda sekitar yang diharapkan memiliki kesejukan, ternyata merupakan adzab tersendiri bagi penghuninya. Angin yang sangat panas, air yang mendidih dan teduhan atau naungan dari asap yang sangat hitam.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَأَصۡحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصۡحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ (٤١) فِى سَمُومٍ۬ وَحَمِيمٍ۬ (٤٢) وَظِلٍّ۬ مِّن يَحۡمُومٍ۬ (٤٣) لَّا بَارِدٍ۬ وَلَا كَرِيمٍ (٤٤

Dan golongan kiri, betapa sengsaranya golongan kiri. Di dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih dan teduhan asap yang hitam. Teduhan yang tidak dingin dan tidak menyenangkan untuk dipandang (Al-Waqi’ah : 41-44)

Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman dalam Surat Al-Mursalat : 30-33 yang artinya,

Pergilah kalian kepada teduhan yang memiliki tiga cabang. Yang tidak menaungi dan tidak melindungi dari api neraka. Sungguh neraka akan melemparkan percikan api sebesar istana (Maksudnya tinggi dan besar). Percikan api tersebut seperti unta-unta hitam yang condong ke warna kuning. (Al-Mursalat : 30-33)

Penghuni neraka adalah orang-orang kafir yang terdiri dari orang-orang musyrik, ahlul kitab yaitu Yahudi dan Nasrani dan orang-orang munafik. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيہَآ‌ۚ

Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahlul kitab dan orang-orang musyrik berada di dalam neraka jahannam, kekal di dalamnya.(Al-Bayyinah : 6)

Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ وَٱلۡكَـٰفِرِينَ فِى جَهَنَّمَ جَمِيعًا

Sesungguhnya Alloh akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam jahannam semuanya (Surat An-Nisa:140)

Di antara penghuni neraka adalah Fir’aun yang ada di zaman Nabi Musa (Lihat Surat Hud:98).

Istri Nabi Nuh dan Nabi Luth (At-Tahrim : 10).

Serta Abu Lahab dan istrinya (Lihat Surat Al-Massad :1-5).

itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah


Minggu, 07 November 2021

Halaqah 71 - An-Naar dan Adzabnya Bagian 1


 

Halaqah yang ke-71 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian yang Pertama”

An-Naar secara bahasa adalah api. Secara syariat, An-naar adalah negeri di akhirat yang penuh dengan adzab, yang Allah sediakan untuk orang-orang kafir. Adzab yang sangat pedih dan menghinakan. Bagaimanapun pedihnya manusia menyiksa manusia yang lain di dunia, maka adzab Allah di neraka lebih pedih. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

فَيَوۡمَٮِٕذٍ۬ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ ۥۤ أَحَدٌ۬

Maka pada hari itu, tidak ada yang mengadzab seperti adzab Allah (Al-Fajr : 25)

Orang yang masuk ke dalam neraka akan lupa dengan segala kenikmatan dunia.

Rasulullah ﷺ bersabda,

Akan didatangkan seorang penghuni neraka yang paling banyak mendapat kenikmatan di dunia pada hari kiamat. Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam neraka. Kemudian ditanya, Wahai anak Adam, pernahkah engkau melihat kebaikan? Apakah engkau pernah mendapatkan kenikmatan? Dia menjawab, Tidak Demi Allah, wahai Rabb-ku. (HR. Muslim).

Karena sangat pedihnya, mereka akan menebus adzab di neraka dengan orang-orang yang sangat mereka cintai di dunia dan seluruh manusia. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

يَوَدُّ ٱلۡمُجۡرِمُ لَوۡ يَفۡتَدِى مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِٮِٕذِۭ بِبَنِيهِ (١١) وَصَـٰحِبَتِهِۦ وَأَخِيهِ (١٢) وَفَصِيلَتِهِ ٱلَّتِى تُـٔۡوِيهِ (١٣) وَمَن فِى ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعً۬ا ثُمَّ يُنجِيهِ (١٤

Orang kafir berangan-angan seandainya bisa menebus adzab saat itu dengan anak anak laki-lakinya, istrinya dan saudara laki-lakinya dan keluarganya yang menaunginya. Dan semua yang ada di permukaan bumi, kemudian tebusan itu bisa menyelamatkan dia. (Al-Ma’aarij : 11-14)

Di dunia seseorang rela berkorban untuk orang-orang yang ia cintai. Namun di neraka justru dia akan mengorbankan orang-orang yang dia cintai demi keselamatan dirinya. Di antara nama-nama neraka adalah Hawiyah yang artinya jurang yang dalam (lihat Al-Qaari’ah :9)

Di antara namanya adalah Al-Hutamah yang artinya yang menghancurkan apa yang ada di dalamnya (Al-Humazah : 4).

Dan di antara namanya adalah Jahiim yaitu api yang menyala-nyala (lihat Al-Infithar :14).

Dan di antara namanya adalah Saqar yang artinya yang menghanguskan (lihat Al-Mudatsir : 26).

Penjaga neraka adalah 19 malaikat yang keras dan kejam, yang mereka menyiksa sesuai dengan perintah Allah

 (lihat At-Tahrim : 6 dan Al-Mudatsir : 30).

Penduduk neraka sangat banyak jumlahnya. Setiap 1000 orang, satu orang akan masuk surga, 999 orang akan masuk neraka. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari,

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berkata kepada Nabi Adam, Keluarkanlah dari setiap seribu, 999 orang.

Rasulullah ﷺ bersabda di dalam hadits ini,

Bergembiralah kalian, sesungguhnya dari kalian 1 orang dan dari Ya’juj dan Ma’juj 1000 orang.

Orang-orang kafir yang jumlahnya sangat banyak tersebut badannya akan dibuat besar. Satu gigi geraham akan sebesar gunung uhud. Dan jarak antara dua ujung pundak salah seorang di antara mereka sejauh tiga hari perjalanan bagi pengendara cepat.

Rasulullah ﷺ bersabda,

Antara dua ujung pundak orang kafir di dalam neraka perjalanan orang yang naik kendaraan dengan cepat selama tiga hari (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan beliau ﷺ juga bersabda,

Sesungguhnya tebal kulit orang kafir 42 hasta dan satu gigi geraham dia seperti gunung uhud. 

Dan sesungguhnya tempat duduk dia di jahannam seperti antara Mekkah dan Madinah (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi).

42 hasta kurang lebih 19 meter. Tinggi gunung uhud kurang lebih 128 meter. Dan jarak Mekkah dan Madinah kurang lebih 450 km. Jumlah penghuni neraka yang sangat banyak dengan ukuran tubuh masing-masing yang sangat besar, menunjukkan tentang sangat besarnya neraka.

Meskipun demikian masih ada tempat yang tersisa di dalam neraka. Dan neraka masih terus bertanya, Apakah masih ada tambahan?

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

يَوۡمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ ٱمۡتَلَأۡتِ وَتَقُولُ هَلۡ مِن مَّزِيدٍ۬

Pada hari di mana Kami berkata kepada jahannam, Apakah kamu sudah penuh? Dan jahannam berkata, Apakah masih ada tambahan?  (Qaaf :30)

Di dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda,

Senantiasa jahannam berkata, Apakah masih ada tambahan? Sampai Rabbul ‘izzah yaitu Allah, meletakkan telapak kakinya di neraka, kemudian barulah neraka berkata, Cukup, cukup, demi keperkasaan-Mu. Maka neraka-pun saling melipat sebagian ke sebagian yang lain (HR. Bukhari).

Di antara yang menunjukkan besarnya neraka suatu hari para sahabat Radhiyallahu ‘anhum sedang bersama Rasulullah ﷺ tiba-tiba mereka mendengar suara sesuatu yang jatuh. Maka Nabi bertanya, Tahukah kalian apa ini? Mereka menjawab, Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.

Beliau ﷺ bersabda,

Ini adalah batu yang telah dilempar ke dalam neraka semenjak 70 tahun yang lalu. Maka dia jatuh melesat ke dalam neraka sehingga sekarang sampai di dasarnya (HR. Muslim).

Dan di antara yang menunjukkan besarnya neraka, bahwa 4,9 miliar malaikat akan menyeret neraka jahannam pada hari kiamat, sebagaimana telah berlalu haditsnya.

itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah


From <https://ganesaryudha.com/2019/07/21/halaqah-76-an-naar-neraka-dan-adzabnya-bagian-1/> 

Di dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda,

Senantiasa jahannam berkata, Apakah masih ada tambahan? Sampai Rabbul ‘izzah yaitu Allah, meletakkan telapak kakinya di neraka, kemudian barulah neraka berkata, Cukup, cukup, demi keperkasaan-Mu. Maka neraka-pun saling melipat sebagian ke sebagian yang lain (HR. Bukhari).

Di antara yang menunjukkan besarnya neraka suatu hari para sahabat Radhiyallahu ‘anhum sedang bersama Rasulullah ﷺ tiba-tiba mereka mendengar suara sesuatu yang jatuh. Maka Nabi bertanya, Tahukah kalian apa ini? Mereka menjawab, Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.

Beliau ﷺ bersabda,

Ini adalah batu yang telah dilempar ke dalam neraka semenjak 70 tahun yang lalu. Maka dia jatuh melesat ke dalam neraka sehingga sekarang sampai di dasarnya (HR. Muslim).

Dan di antara yang menunjukkan besarnya neraka, bahwa 4,9 miliar malaikat akan menyeret neraka jahannam pada hari kiamat, sebagaimana telah berlalu haditsnya.

itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah


Kamis, 04 November 2021

Halaqah 70 - Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 5



Halaqah yang ke-70 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian yang Ke Lima”

Sebagian besar penduduk surga adalah orang-orang lemah. Rasulullah ﷺ bersabda,

فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينَ

Maka sebagian besar orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ﷺ telah mengabarkan beberapa nama penduduk surga, di antaranya Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali Radhiyallahu ‘anhum. Sebagaimana di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Kenikmatan paling besar penduduk surga di atas segala kenikmatan surga yang mereka rasakan adalah memandang wajah Allah yang mulia

Rasulullah ﷺ bersabda,

Apabila penduduk surga masuk ke dalam surga maka Allah Tabaraka wa ta’ala akan berkata, Apakah kalian menginginkan aku tambah kenikmatan kepada kalian? Mereka berkata, Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga? Dan menyelamatkan kami dari neraka? Allah pun menyingkap hijab, maka mereka tidak diberi sesuatu yang lebih mereka cintai dari pada melihat kepada Rabb mereka ‘Azza wa jalla (HR. Muslim).

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ ٱلۡحُسۡنَىٰ وَزِيَادَةٌ۬‌ۖ

Bagi orang-orang yang berbuat baik adalah surga dan tambahan” (Yunus : 26)

“Tambahan” dalam ayat di atas adalah memandang wajah Allah. Sebagaimana datang tafsirnya dari para sahabat seperti Abu Bakr, Abu Musa Al-Asy’ari dan Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhum.

Para penduduk surga akan sangat berbahagia dan wajah mereka berseri-seri ketika melihat Allah ‘Azza wa jalla, Dzat yang selama di dunia mereka imani dan mereka sembah, padahal mereka tidak pernah melihat-Nya. Mereka taati perintah-Nya, mereka jauhi larangan-Nya, mereka benarkan kabar-kabar-Nya, bersabar atas ujian-Nya, mereka baca dan dengarkan firman-Nya, mereka ikuti Nabi-Nya, menyeru kepada jalan-Nya, dan merindukan pertemuan dengan-Nya. Meskipun dengan segala kekurangan yang mereka miliki. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وُجُوهٌ۬ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ نَّاضِرَةٌ (٢٢) إِلَىٰ رَبِّہَا نَاظِرَةٌ۬ (٢٣

“Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, melihat kepada Robb mereka” (Al-Qiyamah : 22-23)

Saudaraku, jalan ke surga adalah jalan yang penuh rintangan. Tidak sampai ke sana kecuali orang yang bersabar. Ada perintah yang harus dikerjakan, ada larangan yang harus dijauhi, dan ada ujian yang harus kita sabar menghadapinya.

Rasulullah ﷺ bersabda,

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

Surga dikelilingi perkara-perkara yang dibenci dan neraka dikelilingi perkara-perkara yang menyenangkan (HR. Muslim).

Kesenangan dunia adalah kesenangan yang sedikit. Sebentar dan banyak kekurangan. Sedangkan kesenangan akhirat adalah kesenangan yang sangat banyak, kekal selamanya dan tanpa ada kekurangan sedikitpun. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا (١٦) وَٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬ وَأَبۡقَىٰٓ (١٧

“Akan tetapi kalian mendahulukan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal” (Al-A’la : 16-17)

Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman yang artinya,

Ketahuilah, bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, saling berbangga di antara kalian, saling memperbanyak harta dan juga anak-anak. Seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu jadi kering dan kalian melihat warnanya menjadi kuning kemudian hancur. Dan di akhirat ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”  (Al-Hadid : 20)

Untuk mendapatkan surga bukan berarti seseorang harus meninggalkan seluruh kesenangan dunia.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menciptakan dunia dan kenikmatannya supaya kita manfaatkan dengan baik untuk mencari ridha Allah dan surga-Nya. Orang yang tercela adalah orang yang menjadikan kebahagiaan di dunia sebagai tujuan dan melupakan kebahagiaan akhirat.

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah




Rabu, 03 November 2021

Halaqah 69 - Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 4


 

Halaqah yang ke-69 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian yang Ke Empat”

Para penduduk surga akan masuk ke dalam surga seperti manusia yang berumur 33 tahun.

Rasulullah ﷺ bersabda,

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِينَ سَنَةً

Penduduk surga akan masuk ke dalam surga dalam keadaan kulit tidak berambut, tidak berjenggot, bercelak matanya seperti manusia yang berumur 30 atau 33 tahun (Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi).

Tiga puluh atau tiga puluh tiga adalah keraguan dari rawi. Dan di dalam hadits hasan yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwasanya mereka akan masuk surga dalam keadaan kulit berwarna putih, berumur tiga puluh tiga tahun dengan tinggi enam puluh hasta. Satu hasta adalah dari siku ke ujung jari.

Allah akan menikahkan para laki-laki penduduk surga dengan bidadari yang sempurna kecantikannya.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَزَوَّجۡنَـٰهُم بِحُورٍ عِينٍ۬

“Dan Kami akan menikahkan mereka dengan bidadari-bidadari” (Ath-Thuur : 20)

Dan yang dimaksud dengan Huur adalah wanita-wanita yang putih matanya sangat putih. 

Dan bagian hitam matanya sangat hitam. Dan ‘iin adalah wanita-wanita yang lebar matanya. Allah menyebutkan bahwasanya bidadari-bidadari tersebut besar payudaranya dan sebaya umurnya (An-Nabaa : 33).

Mereka diciptakan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى secara langsung dalam keadaan perawan dan penuh rasa cinta kepada suaminya (Al-Waqi’ah : 35-37)

Sangat cantik seperti mutiara yang tersimpan, yang tidak berubah warnanya (Al-Waqi’ah : 23)

Dan ada yang seperti batu mulia dan mereka menjaga pandangan mereka hanya untuk suaminya (Ar-Rahman : 56-58).

Para bidadari tersebut tidak pernah haid dan mereka bersih dari segala kotoran (Al-Baqarah : 25)

Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwasanya

seandainya seorang bidadari muncul dan melihat ke bumi, niscaya dia akan menyinari apa yang ada di antara surga dan bumi. Dan niscaya akan memenuhi antara surga dan bumi dengan bau wangi. Dan sungguh khimar atau kerudung seorang bidadari lebih baik dari pada dunia dan seisinya (Hadits Riwayat Bukhari).

Para bidadari tersebut akan cemburu bila suaminya yang sedang di dunia disakiti oleh istrinya di dunia, sebagaimana tersebut didalam hadits yang shahih riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Lelaki penduduk surga akan diberi kekuatan seratus kali lipat dalam makan, minum, syahwat dan mendatangi istrinya (Hadits Shahih Riwayat Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabiir).

Istri di dunia akan menjadi istri di akhirat apabila istri tersebut beriman. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

جَنَّـٰتُ عَدۡنٍ۬ يَدۡخُلُونَہَا وَمَن صَلَحَ مِنۡ ءَابَآٮِٕہِمۡ وَأَزۡوَٲجِهِمۡ وَذُرِّيَّـٰتِہِمۡ‌ۖ

“Surga-surga yang mereka akan masuk ke dalamnya dan juga orang-orang yang shaleh dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka dan keturunan-keturunan mereka” (Ar-Ra’ad : 23)

Para penduduk surga akan dilayani oleh anak-anak muda yang Allah ciptakan di dalam surga, mereka sangat indah dipandang dan banyak seperti mutiara-mutiara yang bertebaran (Lihat Al-Waqi’ah : 17 dan Al-Insan : 19)

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah


Selasa, 02 November 2021

Halaqah 68 - Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 3



 Halaqah yang ke-68 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian yang Ketiga”

Di antara makanan penduduk surga adalah daging burung dan buah-buahan. 

Mereka akan meminum arak di dalam surga yang tidak memabukkan dan tidak membuat pening kepala. 

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

يَطُوفُ عَلَيۡہِمۡ وِلۡدَٲنٌ۬ مُّخَلَّدُونَ (١٧) بِأَكۡوَابٍ۬ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٍ۬ مِّن مَّعِينٍ۬ (١٨) لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡہَا وَلَا يُنزِفُونَ (١٩) وَفَـٰكِهَةٍ۬ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ (٢٠) وَلَحۡمِ طَيۡرٍ۬ مِّمَّا يَشۡتَہُونَ (٢١

“Mereka akan dikelilingi oleh anak-anak muda yang akan tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan seloki atau piala yang berisi arak yang diambil dari mata air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk. Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan” (Al-Waqi’ah : 17-21)

Rasulullah ﷺ bersabda,

Di dalam surga ada burung yang lehernya seperti leher unta, Kemudian beliau ﷺ mengatakan, Yang memakannya lebih baik dari padanya (Hadits hasan riwayat Tirmidzi)

Makanan pertama penduduk surga adalah tambahan hati ikan paus (HR. Bukhari)

Maksudnya adalah sepotong daging yang menggantung pada hati ikan paus dan dia adalah bagian yang paling lezat dari hati ikan paus.

Di dalam hadits Tsauban Radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,

Beliau ﷺ ditanya oleh seorang ulama Yahudi, Apa yang mereka makan setelah itu? Beliau ﷺ berkata, 

Akan disembelih bagi mereka sapi jantan dari surga yang akan dimakan oleh semua penduduk surga.

Ulama Yahudi tersebut berkata, Apa yang mereka minum setelahnya?

Beliau ﷺ berkata, mereka akan minum dari mata air di dalam surga yang dinamakan salsabil.

Para penduduk surga makan bukan karena lapar, dan minum bukan karena haus. Dan mereka tidak mengeluarkan kotoran.

Rasulullah ﷺ bersabda,

Sesungguhnya penduduk surga makan dan minum. Dan tidak meludah, tidak buang air kecil, tidak buang air besar dan tidak membuang ingus. Mereka bertanya, Lalu ke mana makanannya? Beliau ﷺ mengatakan, Menjadi sendawa dan keringat, seperti keringat minyak kasturi (HR. Muslim)

Bejana-bejana mereka seperti piring, cangkir dan teko terbuat dari emas dan perak.

Rasulullah ﷺ bersabda,

Dua surga terbuat dari perak, bejana-bejana keduanya dan apa-apa yang ada di dalam keduanya. 

Dua surga terbuat dari emas, bejana-bejana keduanya dan apa-apa yang ada di dalam keduanya (HR. Bukhari dan Muslim)

Pakaian penduduk surga terbuat dari sutra, memakai perhiasan dari emas, perak dan mutiara. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

يُحَلَّوۡنَ فِيهَا مِنۡ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ۬ وَلُؤۡلُؤً۬ا‌ۖ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٌ۬

“Mereka diberi perhiasan gelang dari emas dan perhiasan mutiara, dan pakaian mereka dari sutra”(Al-Hajj : 23)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

عَـٰلِيَہُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٌ۬ وَإِسۡتَبۡرَقٌ۬‌ۖ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٍ۬ وَسَقَٮٰهُمۡ رَبُّہُمۡ شَرَابً۬ا طَهُورًا

“Mereka akan memakai pakaian dalam dari sutra halus yang berwarna hijau dan memakai pakaian luar dari sutra tebal dan dihiasi dengan gelang dari perak dan Rabb mereka memberi minum kepada mereka dengan air yang sangat bersih” (Al-Insan : 21)

Mereka akan bersandar di atas permadani yang dalamnya terbuat dari sutra tebal (Lihat Ar-Rahman : 54)

Dan akan bersandar di atas sofa yang tersusun (Lihat At-Thur : 20)

Para penduduk surga akan saling bertemu dan bertegur sapa. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَأَقۡبَلَ بَعۡضُہُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ يَتَسَآءَلُونَ (٢٥) قَالُوٓاْ إِنَّا ڪُنَّا قَبۡلُ فِىٓ أَهۡلِنَا مُشۡفِقِينَ (٢٦)فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا وَوَقَٮٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ (٢٧) إِنَّا ڪُنَّا مِن قَبۡلُ نَدۡعُوهُ‌ۖ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡبَرُّ ٱلرَّحِيمُ (٢٨

“Dan mereka akan saling berhadapan dan saling bertanya. Mereka berkata, Sesungguhnya kita dahulu di dunia sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kita merasa takut dengan adzab. Maka Allah memberikan karunia kepada kita. Dan memelihara kita dari azab neraka. Sesungguhnya kita dahulu menyembahnya sejak dahulu dan Dia-lah yang Maha Melimpahkan Kebaikan dan Maha Penyayang” (At-Thur : 25-28)

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah


From <https://ganesaryudha.com/2019/07/15/halaqah-73-al-jannah-dan-kenikmatannya-bagian-3/> 


Senin, 01 November 2021

Halaqah 67 - Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 2



Halaqah yang ke-67 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian yang Kedua”

Luas surga adalah seluas langit dan bumi. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلۡأَرۡضُ

“Dan hendaklah kalian berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan dari Rabb kalian. Dan berlomba untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” (Ali-Imran : 133)

Para penduduk surga akan mendapatkan rumah-rumah yang mewah. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

لَـٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّہُمۡ لَهُمۡ غُرَفٌ۬ مِّن فَوۡقِهَا غُرَفٌ۬ مَّبۡنِيَّةٌ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِہَا ٱلۡأَنۡہَـٰرُ‌ۖ

“Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, bagi mereka kamar-kamar di dalam surga, yang di atasnya ada kamar-kamar yang dibangun” (Az-Zumar : 20)

Rasulullah ﷺ telah mengabarkan tentang bangunan dan tanah di surga. Ketika beliau ﷺ ditanya oleh para sahabat tentang bangunan surga, Beliau ﷺ berkata,

Batu bata dari perak dan batu bata dari emas, lumpurnya bau wangi kasturi yang sangat harum. Kerikilnya mutiara dan batu mulia. Tanahnya elok seperti warna za’faron (Hadits shahih riwayat Tirmidzi)

Di dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwasanya

orang yang shalat dua belas raka’at setiap hari, maka akan dibangunkan rumah di surga (HR. Muslim)

Maksud dari dua belas raka’at adalah shalat rawatib yang terdiri dari empat raka’at sebelum dzhuhur, dua raka’at setelah dzhuhur, dua raka’at setelah maghrib, dua raka’at setelah isya’ dan dua raka’at sebelum shubuh.

Di dalam surga juga ada kemah. Rasulullah ﷺ bersabda,

Kemah di surga terbuat dari mutiara-mutiara yang berongga  dalamnya, tinggi kemah tersebut 30 mil ke atas (HR. Bukhari)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengabarkan dalam Surat Al-Baqarah : 25

dan juga ayat-ayat yang lain bahwasanya surga di bawahnya mengalir sungai-sungai. 

Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengabarkan di dalam ayat yang lain bahwa di dalam surga ada sungai dari air yang tidak akan payau, ada sungai dari susu yang tidak akan berubah rasanya. Ada sungai-sungai dari khamr yang lezat bagi orang-orang yang meminumnya, Dan ada sungai-sungai dari madu yang tersaring lagi bersih (Lihat Surat Muhammad:15)

Dan di antara sungai-sungai yang ada adalah Al-Kautsar, sungai yang Allah berikan untuk Rasulullah ﷺ. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ

“Sungguh Aku telah memberimu wahai Muhammad, Al-Kautsar.” (Al-Kautsar : 1)

Di dalam surga juga ada mata air-mata air yang mengalir. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍ۬ وَعُيُونٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam kebun-kebun dan mata air-mata air yang mengalir” (Adz-Dzariyat : 15)

Dan di antara nama mata air surga adalah salsabil (Lihat Al-Insan : 18)

Di dalam surga juga ada pohon-pohon. Rasulullah ﷺ menyebutkan di dalam sebuah hadits,

Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon yang apabila seorang pengendara berjalan menuruti bayangannya, yaitu bayangan pohon tersebut, niscaya 100 tahun dia tidak akan selesai (HR. Bukhari)

Dan di antara pohon surga adalah Sidratul Muntaha yang Allah sebutkan dalam Surat An-Najm : 14.

Adapun bau wanginya maka Rasulullah ﷺ telah mengabarkan di dalam sebuah hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah,

وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ خَرِيْفاً

Sungguh bau wangi surga tercium dari jarak perjalanan 70 tahun.

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah


Halaqah 66 - Al Jannah Dan Kenikmatannya Bagian 1



Halaqah yang ke-71 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian yang Pertama”

Al-Jannah secara bahasa adalah kebun. Dan secara syariat. Al-Jannah adalah negeri di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang Allah sediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Kenikmatan yang tidak pernah terbetik di dalam hati manusia. Bagaimanapun besar kenikmatan di dunia, maka tidak akan menyamai kenikmatan di surga. Dan bagaimanapun kita berusaha mengkhayal sebuah kenikmatan, maka tidak akan setara dengan kenikmatan di dalam surga. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ۬ مَّآ أُخۡفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٍ۬ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

“Maka sebuah jiwa tidak mengetahui apa yang tersimpan untuknya, berupa kenikmatan yang menyejukkan mata. Sebagai balasan atas apa yang sudah mereka amalkan.” (As-Sajadah : 17)

Rasulullah ﷺ bersabda

قَالَ اللَّهُ أَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنَ رَأَتْ ، وَلاَ أُذُنَ سَمِعَتْ ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

Allah ta’ala berkata, Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shaleh, kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik di dalam hati manusia (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah mengabarkan kepada kita sebagian dari kenikmatan surga. Nama-nama kenikmatan di dalam surga yang Allah kabarkan kepada kita sama dengan nama-nama kenikmatan yang ada di dunia. Namun memiliki sifat yang berbeda. Rumah di surga lain dengan rumah di dunia, meskipun namanya sama-sama rumah. Demikian pula buah-buahan di surga jauh lebih nikmat dari pada buah-buahan di dunia, meski sama namanya. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

ڪُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡہَا مِن ثَمَرَةٍ۬ رِّزۡقً۬ا‌ۙ قَالُواْ هَـٰذَا ٱلَّذِى رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُ‌ۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَـٰبِهً۬ا‌ۖ 

“Setiap kali mereka diberi buah-buahan dari surga mereka berkata, Inilah rezeki yang telah diberikan kepada kami dahulu di dunia. Mereka diberi buah-buahan yang serupa……” (Al-Baqarah : 25)

Ada yang mengatakan serupa warna, bentuk dan namanya. Namun berbeda rasa dan kelezatannya. Orang yang masuk ke dalam surga dan merasakan sedikit dari kenikmatan surga akan merasa bahwa dia tidak pernah susah di dunia.

Rasulullah ﷺ bersabda,

Dan akan didatangkan seorang penduduk surga yang paling susah di dunia. Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam surga. Kemudian ditanya, Wahai anak Adam, pernahkah engkau merasakan kesengsaraan? Apakah pernah engkau tertimpa kesusahan? Dia menjawab, Tidak pernah Demi Allah. Wahai Rabb-ku tidak pernah aku sengsara dan tidak pernah aku melihat kesusahan (HR. Muslim)

Dan di antara kesempurnaan kenikmatan surga, bahwa apa yang kita inginkan akan diberi oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

لَّهُمۡ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ خَـٰلِدِينَ‌ۚ

“Bagi merekalah apa yang mereka inginkan, di dalam surga mereka kekal di dalamnya.” (Al-Furqan : 16)

Oleh karena itu, di antara nama-nama surga adalah Jannaatun Na’im yaitu jannah yang penuh dengan kenikmatan (Lihat Surat Luqman : 8)

Dan di antara nama-nama surga adalah Daarussalam yang artinya negeri yang selamat. Maksudnya selamat dari semua kekurangan dan kejelekan (Lihat Surat Al-An’am : 127)

Dan di antara nama surga adalah Maqaam Amiin yang artinya tempat tinggal yang aman. Yaitu aman dari segala musibah dan kejelekan (Lihat Surat Ad-Dukhan : 51)

Dan di antara nama surga adalah Daarul Muqaamah yang artinya negeri yang terus menerus ditempati (Lihat Surat Faathir  : 35)

Demikianlah kesempurnaan kenikmatan di dalam surga, negeri yang penuh dengan kenikmatan, selamat dari semua kekurangan, aman dari segala musibah dan kekal selama-lamanya.

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah


Jumat, 29 Oktober 2021

Halaqah 65 - Derajat - Derajat Al Jannah ( Surga )


 

Halaqah yang ke-65 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Derajat-derajat Al-jannah atau Surga”

Al-Jannah memiliki derajat yang banyak dan para penduduknya memiliki derajat yang berbeda sesuai dengan kadar iman dan taqwa mereka. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَمَن يَأۡتِهِۦ مُؤۡمِنً۬ا قَدۡ عَمِلَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَـٰتُ ٱلۡعُلَىٰ

“Dan barangsiapa yang datang kepada Allah dalam keadaan beriman dan telah mengamalkan amal-amal yang shaleh, maka merekalah yang akan mendapatkan derajat-derajat yang paling tinggi.” (Thaha : 75)

Dan yang paling tinggi derajatnya adalah Rasulullah ﷺ,

Beliau ﷺ bersabda,

Apabila kalian mendengar muadzin, maka katakan seperti yang ia katakan, kemudian bershalawatlah untukku, karena barangsiapa bershalawat untukku sekali, maka Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah kepada Allah untukku Al-Wasilah. Karena sesungguhnya Al-wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang tidak pantas kecuali untuk seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap akulah hamba tersebut. Maka barangsiapa yang memintakan untukku Al-Wasilah, dia berhak untuk mendapatkan syafa’at (HR. Muslim).

Rasulullah ﷺ telah mengabarkan bagaimana ketinggian derajat sebagian orang-orang yang beriman, dibandingkan penduduk surga yang lain.

Beliau ﷺ bersabda,

Sesungguhnya penduduk surga akan melihat Ahlul Ghurf, yaitu penduduk surga yang memiliki kedudukan paling tinggi yang ada di atas mereka, seperti kalian melihat bintang yang masih tersisa di ufuk timur maupun barat. Yang demikian karena jauhnya perbedaan kedudukan di antara mereka. Mereka berkata, Yaa Rasulullah, bukankah itu adalah kedudukan para Nabi yang tidak dicapai oleh yang lain?

Beliau ﷺ bersabda, Iya, demi Zat Yang Jiwaku ada di tangan-Nya mereka adalah orang-orang yang beriman dan membenarkan para Rasul (HR. Bukhari dan Muslim).

Di antara orang-orang beriman yang akan mendapatkan kedudukan yang tertinggi adalah Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu ‘anhuma.

Sesungguhnya orang-orang yang memiliki derajat atau kedudukan yang paling tinggi akan dilihat oleh orang-orang yang ada di bawah mereka seperti kalian melihat bintang yang baru terbit di ufuk langit. Dan sesungguhnya Abu Bakar dan Umar termasuk mereka. Dan mereka berdua akan mendapatkan nikmat (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah).

Para mujahidin fii sabilillah, mereka termasuk orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi di dalam surga.

Rasulullah ﷺ bersabda,

Sesungguhnya di dalam surga ada seratus derajat yang Allah sediakan bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Setiap dua derajat seperti antara langit dan bumi. Maka apabila kalian meminta kepada Allah, mintalah Al-Firdaus. Karena sesungguhnya Al-Firdaus adalah surga yang paling afdhal dan surga yang paling tinggi. Di atasnya ada arsyurrahman. Dan di sanalah terpancar sungai-sungai surga (HR. Bukhari).

Orang yang memberikan nafkah kepada janda dan orang miskin, maka dia akan mendapatkan pahala orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Rasulullah ﷺ bersabda,

Barangsiapa yang memberi nafkah dua orang anak wanita sampai dia baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat, aku dan dia (kemudian beliau ﷺ menggenggam jari-jari beliau) (HR. Muslim).

Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut.

Rasulullah ﷺ bersabda,

Orang yang menanggung anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia di surga seperti dua jari ini (HR. Muslim).

Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut. Karena yang dimaksud dengan dua jari di sini adalah jari telunjuk dan jari tengah. Dan di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi,

Rasulullah ﷺ bersabda,

Sesungguhnya termasuk orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat denganku majelisnya di hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian.

Orang tua bisa ditinggikan derajatnya di dalam surga karena sebab istighfar anaknya.

Rasulullah ﷺ bersabda,

Sungguh seseorang akan diangkat derajatnya di surga, maka dia berkata, Dari mana ini? Dikatakan kepadanya, Ini semua karena istighfar anakmu untukmu (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Majah).

Ini adalah dorongan bagi orang tua untuk mendidik anaknya dengan baik. Dan penghuni surga yang paling rendah derajatnya telah kita sebutkan dalam halaqah sebelumnya.

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah


Kamis, 28 Oktober 2021

Halaqah 64 - Masuknya Orang - Orang Yang Beriman Ke Dalam Surga Bagian 2


 

Halaqah yang ke-64 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Masuknya Orang-orang Yang Beriman Ke Dalam Surga Bagian yang Kedua”

Rasulullah ﷺ telah menyebutkan di dalam hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim tentang orang yang terakhir masuk ke dalam surga. Beliau ﷺ bersabda,

Sesungguhnya aku mengetahui orang yang paling terakhir keluar dari neraka dan paling terakhir masuk ke dalam surga. Seorang laki-laki keluar dari neraka dalam keadaan merayap, 


Maka Allah berkata kepadanya, Pergilah dan masuklah ke dalam surga. 

Diapun mendatangi surga, kemudian dibuat terbayang baginya bahwa surga telah penuh. Diapun kembali dan berkata,

Wahai Rabb-ku aku mendapatkan surga sudah penuh. 


Allah berkata, Pergilah dan masuklah, 


Maka dia mendatangi surga kemudian dibuat terbayang baginya bahwa surga telah penuh. Diapun kembali dan berkata,

Wahai Rabb-ku, aku mendapatkan surga telah penuh 


Allah berkata, Pergilah dan masuklah. 

Maka sungguh untukmu semisal dengan dunia dan sepuluh kali lipat dari dunia. Atau bagimu sepuluh kali lipat dari dunia.

Maka hamba tersebut berkata, Apakah Engkau mengejekku? Atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Raja?

Berkata Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu,

Sungguh aku melihat Rasulullah ﷺ tertawa sampai kelihatan gigi geraham beliau.

Dikatakan bahwa orang ini adalah penduduk surga yang paling rendah tingkatannya. Pintu-pintu surga ada delapan. Rasulullah ﷺ bersabda,

فِي الجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لاَ يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ

Di dalam surga ada delapan pintu , di antaranya sebuah pintu yang bernama Ar-rayyan, tidak memasukinya kecuali orang-orang yang puasa. (HR. Bukhari dari Sahl Ibnu Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu)

Rasulullah ﷺ telah mengabarkan beberapa nama dari pintu-pintu surga. Beliau ﷺ bersabda,

Barangsiapa yang menginfakkan dua pasang unta di jalan Allah, maka akan dipanggil dari Pintu-pintu surga. Wahai Abdullah ini adalah baik. Maka barangsiapa yang termasuk ahli shalat, dia akan dipanggil dari pintu shalat. Dan barangsiapa yang termasuk ahli jihad, maka akan dipanggil dari pintu jihad. Dan barang siapa yang termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu ar-rayyan. Dan barangsiapa yang termasuk ahli shadaqah, maka akan dipanggil dari pintu shadaqah. 

Berkata Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu,

Tebusanku bapak dan ibuku Yaa Rasulullah. Tidak ada yang rugi dipanggil dari pintu manapun. Apakah ada yang dipanggil dari semua pintu? Beliau ﷺ berkata, Ya, dan aku berharap engkau termasuk mereka. (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang yang memperbaiki wudhunya kemudian membaca dua kalimat syahadat, maka akan dibuka untuknya 8 pintu surga. Rasulullah ﷺ bersabda,

Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu kemudian memperbaiki wudhunya kemudian berkata,

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُُالله وَرَسُوْلُهُ

kecuali akan dibuka baginya delapan pintu surga, silahkan dia memasuki dari mana saja  dia kehendaki (HR. Musim)

Delapan pintu surga ini dibuka setiap tahun di bulan Ramadhan. Rasulullah ﷺ bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جهنم وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Apabila masuk bulan Ramadan, maka akan dibuka Pintu-pintu surga dan akan ditutup Pintu-pintu Jahanam dan akan dibelenggu setan-setan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada di antara pintu-pintu surga yang jarak antara kedua tepi seperti jarak antara kota Mekah dan kota Bushra atau kota Mekkah dan kota Hajar (HR. Bukhari dan Muslim )

Hajar adalah kota masyhur di Bahrain dan Bushra adalah kota masyhur di Suriah. Apabila diukur maka jarak antara kota Mekkah dengan kedua kota tersebut kurang lebih 1200 km. Di dalam hadits yang lain,


Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwasanya ada di antara pintu-pintu surga yang jarak kedua tepinya 40 tahun perjalanan. (HR. Muslim )

Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memudahkan jalan kita menuju surga.

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah


Rabu, 27 Oktober 2021

Halaqah 63 - Masuknya Orang - Orang Yang Beriman Ke Dalam Surga Bagian 1



 Halaqah yang ke-63 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Masuknya Orang-orang yang Beriman ke Dalam Surga Bagian yang Pertama”

Setelah dibersihkan hatinya, maka orang-orang yang beriman akan digiring menuju surga dengan terhormat dan dimuliakan. Allah akan kembali memuliakan Nabi-Nya di hadapan orang-orang yang beriman. Beliau ﷺ akan di izinkan untuk memberi syafa’at bagi calon penduduk surga, supaya dibukakan pintu surga. Syafa’at ini juga termasuk syafa’at khusus bagi Beliau ﷺ Beliaulah ﷺ yang pertama kali akan mengetuk pintu surga.

Beliau ﷺ bersabda,

وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ

Dan akulah yang pertama kali akan mengetuk pintu surga (HR. Muslim)

Beliau ﷺ juga bersabda,

آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتفْتِحُ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ، فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ 

Aku akan mendatangi pintu surga pada hari kiamat. Kemudian aku minta untuk dibuka. Berkatalah penjaga surga, Siapa kamu? Aku menjawab, Muhammad. Berkatalah Penjaga pintu surga Denganmulah aku diperintah aku tidak membuka untuk seorang pun sebelummu (HR. Muslim)

Dibukalah pintu-pintu surga dan masuklah penduduk surga dengan disambut oleh para malaikat. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman yang artinya

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka akan digiring ke surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga, dan pintu-pintunya telah dibuka, dan berkatalah penjaga-penjaga surga kepada mereka, Salam atas kalian. Kalian telah baik, maka masuklah kalian ke dalam surga, sedang kalian kekal di dalamnya.” 


“Dan mereka mengucapkan, Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janjinya untuk kami dan telah memberi kami tempat ini. Kami diperkenankan menempati tempat di dalam surga dimana saja kami kehendaki. Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.” (Az-zumar 73-74)

Umat Nabi Muhammad ﷺ merekalah yang pertama kali akan masuk surga sebelum umat yang lain. Beliau ﷺ bersabda,

نَحْنُ الْآخِرُونَ الْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ

Kita adalah umat terakhir tapi akan menjadi yang pertama di hari kiamat. Dan kita yang pertama kali akan masuk surga (HR. Bukhari dan Muslim)

Rombongan pertama dari umat Muhammad ﷺ yang akan masuk surga, wajah-wajah mereka terang seperti bulan di malam bulan purnama. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu)

Di dalam hadits Sahl Ibnu Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda,

Akan masuk surga dari umatku 70.000 atau 700.000 (keraguan dari perawi hadits). Mereka saling bergandengan tangan di antara mereka sehingga masuklah awal mereka dan akhir mereka ke dalam surga. Wajah-wajah mereka seperti cahaya bulan di malam bulan purnama. Ada yang mengatakan merekalah orang-orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.

Dan sabda Beliau ﷺ

“Sehingga masuklah awal mereka dan akhir mereka ke dalam surga “

maksudnya mereka akan masuk ke dalam surga dalam keadaan satu shof secara serentak. Dan ini menunjukkan sangat besarnya pintu surga. 


Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwasanya orang-orang fakir muhajirin akan lebih dahulu masuk ke dalam surga 40 tahun sebelum orang-orang kaya muhajirin. (HR. Muslim)

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz Abdullah Roy

Kota Al-Madinah


Halaqah 20. Penjelasan Pokok Kelima Bagian 3

Halaqah yang ke-20 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al-Ushūlul As-Sittah (6 Kaidah), sebuah kitāb yang dikarang oleh Syaikh Muhammad...