Tampilkan postingan dengan label 4. Silsilah Mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 4. Silsilah Mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Maret 2021

Halaqah 10 - Mengenal Allah Subhanahuwa Ta'ala Dengan Nama SifatNya


 

Halaqah yang ke-10 dari Silsilah Mengenal Allāh adalah tentang “Mengenal Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى Dengan Nama dan Sifat-Nya”. Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Allāh memiliki nama dan sifat. Allāh berfirman :


ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﺄَﺳۡﻤَﺎٓﺀُ ﭐﻟۡﺤُﺴۡﻨَﻰ


“Dan Allāh memiliki nama-nama yang paling baik.” (QS Al-A’rāf: 180)


Dan Allāh berfirman :


ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﻤَﺜَﻞُ ﭐﻟۡﺄَﻋۡﻠَﻰ


“Dan Allāh memiliki sifat-sifat yang paling tinggi.” (QS An-Nahl: 60)


Kita mengenal Allāh dengan nama dan juga sifat tersebut.


✓ Kita mengenal Allāh sebagai Dzat Yang Maha Penyayang karena Dia adalah Ar Rahmān Ar Rahīm.


✓ Dan kita mengenal Allāh sebagai Dzat Yang Maha Pengampun karena Dia adalah Al-Ghafūr, dan seterusnya.


✓ Dan Allāh mengabarkan di dalam Al-Qurān bahwasanya di antara sifat Allāh adalah:


Allāh beristiwa’ di atas ‘Arsy.

Allāh memiliki dua tangan.

Allāh berada di atas.

✓ Dan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya,


Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَىturun ke langit dunia pada setiap sepertiga malam yang terakhir.

✓ Dan juga sifat-sifat yang lain.


Kewajiban kita sebagai seorang Muslim adalah menetapkan nama & juga sifat tersebut, karena Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى lebih tahu tentang diri-Nya daripada kita semua. Dan Rasūlullāh ﷺ lebih tahu tentang Allāh daripada kita. Tidak boleh seorang Muslim menolak nama-nama dan juga sifat-sifat tersebut. Dan tidak boleh dia menyerupakan, karena Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:


ﻟَﻴۡﺲَ ﻛَﻤِﺜۡﻠِﻪِۦ ﺷَﻰۡﺀٌ۬ۖ ﻭَﻫُﻮَ ﭐﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﭐﻟۡﺒَﺼِﻴﺮ


“Tidak ada yang serupa dengan Allāh dan Dia adalah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Asy-Syūrā: 11)


Jadi yang benar, yang seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim adalah:


◆ Menetapkan nama dan juga sifat tersebut sebagaimana datangnya, sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, tanpa menyerupakan dan tanpa mentakwil nama dan juga sifat tersebut.


⇒ Mentakwil adalah menafsirkan nama dan sifat Allāh bukan dengan maknanya yang benar.


Seperti;


Mentakwil istiwā dengan kekuasaan.

Mentakwil turunnya Allāh dengan turunnya rahmat Allāh.

Dan lain-lain.

Ini adalah halaqah yang terakhir dari Silsilah Mengenal Allāh.


Dan sampai bertemu kembali pada Silsilah berikutnya.

Kamis, 11 Maret 2021

Halaqah 09 - Mengenal Allah Subhānahu wa Ta’āla dengan Makhluk-Nya


 

Halaqah yang ke-9 dari Silsilah Ilmiyyah Mengenal Allah adalah tentang “Mengenal Allah Subhānahu wa Ta’āla dengan Makhluk-Nya”.


Allah Subhānahu wa Ta’āla telah menciptakan makhluk-makhluk supaya manusia berakal memikirkannya, sehingga mereka mengenal Dzat yang telah menciptakan mereka.


Besarnya makhluk serta luasnya (seperti langit yang tujuh, bumi, kursi Allah, dan ‘Arsy-Nya) menunjukkan kebesaran Allah.


Keteraturan gerakan dan perjalanan (seperti perjalanan matahari dan bulan) menunjukkan kekuasaan dan pengawasan Allah yang tidak berhenti.



Kejelian di dalam penciptaan menunjukkan hikmah-Nya dan keluasan ilmu-Nya.


Manfaat yang ada dalam ciptaan-Nya menunjukkan rahmat pencipta yang luas dan menunjukkan karunia Allah yang meliputi segala sesuatu.


Allah berfirman:


إِنَّ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهارِ لَآياتٍ لِأُولِي الْأَلْبابِ (١٩٠) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيامًا وَقُعُوداً وَعَلى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا باطِلاً سُبْحانَكَ فَقِنا عَذابَ النَّارِ (١٩١)


“Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam ada tanda-tanda bagi orang yang memiliki akal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah, baik dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring. Dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi.

Wahai Rabb kami, tidaklah engkau menciptakan ini semua dengan bathil (sia-sia). Maha Suci Engkau, maka jagalah kami dari adzab neraka.” (QS Ali ‘Imran: 190-191)


Hendaknya seorang Muslim meluangkan waktunya untuk memikirkan makhluk-makhluk Allah supaya dia:


✓Semakin mengenal Allah, Pencipta-Nya,

✓Semakin yakin dan mantap dalam menjalankan syariat Islam,

✓Merasa takut dengan adzab Allah,

✓Semakin dekat dengan-Nya, dan

✓Semakin meng-Esakan Dia di dalam beribadah.

Rabu, 10 Maret 2021

Halaqah 08 - Di Antara Kesyirikan Musyrikin Quraisy


 

Halaqah yang ke-8 dari Silsilah Ilmiyyah Mengenal Allāh adalah tentang “Diantara kesyirikan Musyrikin Quraisy”.


Diantara bentuk kesyirikan orang-orang Musyrikin Quraisy adalah :


❌ Berdo’a, Meminta dan bertaqarrub kepada orang-orang shālih yang sudah meninggal.

❌ Menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka dengan tujuan supaya:


⛔ Mendapatkan syafa’at mereka disisi Allāh. dan dengan tujuan

⛔ Mencari kedekatan kepada Allāh.


Allāh sendiri telah menceritakan keyakinan mereka di dalam Al Qurān dan Allāh mengingkarinya.


Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:


وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Dan mereka menyembah kepada selain Allāh, sesuatu yang tidak memudharati mereka dan tidak pula memberi manfaat. Dan mereka berkata, ‘Mereka adalah pemberi syafa’at bagi kami disisi Allāh.’ Katakanlah: ‘Apakah kalian akan mengabarkan kepada Allāh sesuatu yang Allāh tidak ketahui di langit maupun di bumi?’ Maha Suci Allāh dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan.” (QS Yūnus :18)


🔖Dalam ayat ini Allāh Subhānahu wa Ta’āla menamakan perbuatan mereka sebagai bentuk menyekutukan Allāh.


Dalam ayat yang lain, Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :


أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

“Ketahuilah bahwa milik Allāh-lah agama yang tulus. Dan orang-orang yang menjadikan selain Allāh sebagai sekutu, (mereka mengatakan) ‘Tidaklah kami menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allāh.’ Sesungguhnya Allāh akan menghukumi diantara mereka di dalam apa yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allāh tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang berdusta lagi sangat ingkar.” (QS Az Zumar: 3)


🔖Ayat ini menunjukan bahwa tujuan mereka menyembah orang-orang shālih adalah supaya orang-orang shālih tersebut mendekatkan mereka kepada Allāh.


✅ Cara meraih syafa’at di hari kiamat adalah dengan memurnikan tauhid, bukan dengan kesyirikan.

✅ Dan cara dekat dengan Allāh adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan iman dan amal shālih, yang wajib maupun yang sunnah, sebagaimana orang-orang shālih tersebut melakukannya.

✅ Tidak boleh seseorang menyamakan Allāh dengan seorang kepala negara yang sulit menyampaikan hajat kepadanya kecuali melalui perantara dan para pembantunya.

✅ Tidak boleh seseorang menyerupakan Allāh dengan siapapun karena Allāh Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui dan Maha Berkuasa.

✅ Sedangkan seorang kepala negara, maka dia adalah makhluq yang lemah, tidak mampu melakukan seluruh pekerjaannya kecuali dibantu oleh para pembantunya.


Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Selasa, 09 Maret 2021

Halaqah 07 - Pengertian Ibadah dan Macam - Macamnya


 


Halaqah yang ke-7 dari Silsilah Ilmiyyah Mengenal Allah Subhānahu wa Ta’āla adalah tentang “Pengertian Ibadah dan Macam-Macamnya”.

Ibadah adalah seluruh perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allah baik berupa ucapan maupun perbuatan yang zhahir maupun yang bathin.

Seseorang bisa mengetahui bahwa sesuatu dicintai Allah dengan beberapa cara, diantaranya:

Apabila sesuatu tersebut diperintahkan oleh Allah. Dengan demikian kita mengetahui bahwasanya sesuatu tersebut adalah ibadah, karena Allah tidaklah memerintah kecuali dengan sesuatu yang Allah cintai.

Termasuk diantara tanda bahwa sesuatu itu dicintai oleh Allah adalah apabila Allah memuji pelakunya. Pujian Allah menunjukkan bahwa sesuatu tersebut dicintai-Nya.

Contohnya berdo’a. Do’a adalah ibadah karena Allah memerintahkannya.

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ٱدۡعُونِىٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ

“Berdo’alah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkan.”

(Q.S. Ghafir: 60)


Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits:

الدُّعَاءُهُوَ الْعِبَادَةُ

“Do’a itu adalah ibadah.”

(Hadits shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi dan juga Ibnu Majah).


Dengan demikian hukumnya syirik apabila seseorang berdo’a kepada selain Allah baik berdo’a kepada seorang Nabi, seorang malaikat, seorang jin, orang yang shalih, dan lain-lain.

Contoh yang lain, menyembelih. Menyembelih adalah ibadah.

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ

“Hendaknya engkau shalat untuk Rabb-mu dan menyembelihlah untuk Rabb-mu.”

(Q.S. Al-Kautsar: 2)


Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ

“Allah melaknat seseorang yang menyembelih untuk selain Allah.”

(H.R. Muslim).


Dengan demikian termasuk syirik hukumnya seseorang menyembelih untuk jin, atau untuk syaikh atau untuk yang lain, selain Allah Subhānahu wa Ta’āla.

Contoh ibadah yang lain misalnya bernadzar, ber-istighatsah, bersumpah, bertawakal, rasa takut, rasa cinta, dan lain-lain. Semua itu adalah termasuk jenis-jenis ibadah, yang tidak boleh seorang Muslim sesekali menyerahkan salah satu dari ibadah tersebut kepada selain Allah.


Senin, 08 Maret 2021

Halaqah 06 - Keyakinan bahwa Allah Subhānahu wa Ta’āla Sebagai Pencipta, Pemberi Rezeki, dan Pengatur Alam Semesta Tidaklah Cukup Untuk Memasukkan Seseorang ke Dalam Agama Islam

 



Halaqah yang ke-6 dari Silsilah Ilmiyyah Mengenal Allah ‘Azza wa Jalla adalah tentang “Keyakinan bahwa Allah Subhānahu wa Ta’āla Sebagai Pencipta, Pemberi Rezeki, dan Pengatur Alam Semesta Tidaklah Cukup Untuk Memasukkan Seseorang ke Dalam Agama Islam.”

Kaum muslimin meyakini bahwasanya Allah Subhānahu wa Ta’āla adalah Pencipta, Pemberi Rezeki, dan juga Pengatur Alam Semesta adalah sebuah kewajiban, yang tidak sah keimanan seseorang sampai dia meyakini yang demikian.

Namun, meyakini hal itu saja tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam.

Dan belum bisa menjadi pembeda antara seorang Muslim dan seorang yang kafir.

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman di dalam Al-Quran:

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Allah berkata (kepada iblis): “Apa yang mencegahmu untuk sujud (kepada Adam) ketika Aku memerintahkan kepadamu?”


Iblis mengatakan: “Aku lebih baik daripada dia. Engkau telah menciptakan aku dari api dan menciptakan dia dari tanah.”

(Q.S. Al-A’raf: 12)


Ayat ini menunjukkan bahwa iblis mengenal Allah sebagai Dzat yang menciptakan dirinya.

Orang-orang musyrikin Quraisy ketika mereka ditanya:

“Siapa yang menciptakan?”

“Siapa yang memberikan rezeki kepada mereka?” dan

“Siapa yang mengatur alam semesta ini?”

Mereka mengatakan: “Allah”.

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللّهُ

“Dan seandainya engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka ‘Siapa yang menciptakan langit dan juga bumi?’, niscaya mereka mengatakan ‘Allah’.”

(Q.S. Az-Zumar: 38)

Meskipun mereka meyakini hal yang demikian, akan tetapi Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam memerangi mereka.

Kenapa demikian?

Karena orang-orang musyrikin Quraisy tersebut tidak mentauhidkan Allah, yaitu tidak mengesakan Allah Subhānahu wa Ta’āla di dalam beribadah.

Oleh karena itu, setiap Muslim perlu mengetahui apa pengertian ibadah dan macam-macamnya sehingga dia tidak menyerahkan satu ibadah pun kepada selain Allah Subhānahu wa Ta’āla.


Jumat, 05 Maret 2021

Halaqah 05 - Mengenal Allah SubhanahuwaTa'ala Sebagai Satu - Satunya Dzat Yang Berhak DiSembah

 



Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Mengenal Allāh berjudul “Mengenal Allāh Sebagai Satu-satunya Dzat Yang Berhak Untuk Disembah.”Apabila Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah satu-satunya Dzat yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta, maka manusia dituntut untuk tidak menyembah kecuali hanya kepada Allāh.


Tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allāh Subhānahu wa Ta’āla semata.

Allāh berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٢)

“Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian, yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertaqwa?

Yang telah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan dan langit sebagai bangunan dan telah menurunkan air dari langit air.

Maka Allāh mengeluarkan dengan air tersebut buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian. Maka janganlah kalian menjadikan bagi Allāh sekutu-sekutu sedangkan kalian mengetahui.”

(Q.S. Al-Baqarah: 20-21)


Maksudnya janganlah kalian menyekutukan Allāh (menyembah kepada selain Allāh) sedangkan kalian tahu bahwasanya Allāh yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta ini.

Selain Allāh tidak berhak untuk disembah karena dia bukan pencipta, bukan pemberi rezeki dan bukan pengatur alam semesta.


Apabila mereka disembah maka mereka adalah sesembahan yang bathil.


Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ذَٲلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدۡعُونَ مِن دُونِهِ ٱلۡبَـٰطِلُ

“Yang demikian itu karena Allāh Dialah sesembahan yang haq yang memang berhak untuk disembah. Sedangkan apa yang mereka sembah selain Allāh adalah sesembahan yang bathil, yang tidak berhak untuk disembah.”

(Q.S. Al Haj: 62)


Apabila seseorang meyakini Allāh yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta kemudian dia masih menyembah selain Allāh atau menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allāh, maka dia telah berbuat syirik kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla di dalam ibadah.


Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah ditanya oleh seorang sahabat:

“Ya Rasūlullāh, apa dosa yang paling besar di sisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla?”

Maka Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan :


أَنْ تَجْعَلَ لِلّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَك

“Dosa yang paling besar adalah engkau menjadikan sekutu bagi Allāh Subhānahu wa Ta’āla padahal Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang telah menciptakan dirimu.”

(H.R. Imām Al-Bukhāri dan Imām Muslim,

dari shahābat Ibnu Mas’ūd radhiyallāhu ‘anhumā).


Kamis, 04 Maret 2021

Halaqah 04 - Mengenal Allah Subhanahuwa Ta'ala Sebagai Pengatur Alam Semesta



Halaqah yang ke-4; Mengenal Allāh Subhānahu wa Ta’āla Sebagai Pengatur Alam Semesta.

Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang:

• Mengatur alam semesta ini.

• Mematikan makhluk dan menghidupkan.

• Memuliakan makhluk dan menghinakan.

• Mengganti siang menjadi malam, dan malam menjadi siang.

• Menerbitkan matahari dan menenggelamkan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ﻳُﺪَﺑِّﺮُ ﭐﻟۡﺄَﻣۡﺮَۖ

“Dialah Allāh yang mengatur seluruh perkara.”

(Q.S. As Sajadah: 5)

Tidak ada yang mengatur selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla, Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang menerbitkan matahari dari timur. Dan siapa selain Allāh yang bisa menerbitkan matahari dari barat?

Nabi Ibrāhīm ‘alayhissalām berkata kepada salah seorang, yang mengaku menjadi Tuhan selain Allāh, beliau berkata:

“Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menerbitkan matahari dari timur, maka silahkan engkau, kalau engkau memang Tuhan, terbitkan matahari dari barat. Maka orang kafir tersebut tidak bisa berbuat apa-apa.”

(Q.S. Al Baqarah: 258)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang menjadikan siang. Dan siapa yang mengganti siang menjadi malam selain Allāh?

Tidak ada yang mengatur alam semesta kecuali Allāh dan tidak ada sesembahan selain Allāh ﷻ yang membantu Allāh ﷻ untuk mengatur alam semesta ini.

Oleh karena itu, seorang Muslim tidak boleh meyakini bahwasanya ada selain Allāh ﷻ yang mencipta, memberikan rizki dan juga mengatur alam semesta, siapapun dia dan bagaimanapun kedudukannya di sisi Allāh ﷻ.

Barangsiapa yang berkeyakinan bahwasanya ada selain Allāh ﷻ yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta maka dia telah menyekutukan AllāhSubhānahu wa Ta’āla.

 

Rabu, 03 Maret 2021

Halaqah 03 - Mengenal Allah Subhanahuwa Ta'ala Sebagai Pemberi Rezeki



  Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Ilmiyyah Mengenal Allah adalah tentang “Mengenal Allah Subhānahu wa Ta’āla Sebagai Pemberi Rezeki”.

Di antara nama Allah Subhānahu wa Ta’āla adalah Ar Razzāq yang artinya Yang Maha Memberi Rezeki.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan makhluk dan memberikan rezeki kepada mereka.

Bahkan Allah Subhānahu wa Ta’āla telah menulis rezeki makhluk-Nya jauh sebelum Allah menciptakan mereka.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيرَ الخَلاَئِقِ قَبلَ أنْ يَخلُقَ السَّموَاتِ والأرضَ بِخَمسِينَ أَلفَ سَنَةٍ

“Allāh telah menulis takdir bagi makhluk-makhluk-Nya 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.”

(HR Muslim, dari Abdullah Ibnu ‘Amr)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan rezeki tersebut dan menyampaikannya kepada makhluk sesuai dengan waktu yang sudah Allah Subhānahu wa Ta’āla tentukan sebelumnya.

Maka tidak akan meninggal seseorang sampai dia mendapatkan rezeki terakhir yang menjadi jatahnya, meskipun rezeki tersebut ada di puncak gunung atau bahkan ada di bawah lautan.

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Tidak ada seekor binatang melata pun yang ada di permukaan bumi ini melainkan Allah yang akan memberikan rezekinya.”

(QS Hūd: 6)


Siapa sesembahan selain Allah yang bisa melakukan yang demikian?

Adakah selain Allah Subhānahu wa Ta’āla sesembahan yang bisa memberi makan sekali saja untuk seluruh makhluk yang ada di bumi ini mulai dari manusia, jin, hewan dan tumbuhan?

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

“Wahai manusia, hendaklah kalian mengingat nikmat Allah atas kalian. Adakah yang mencipta selain Allah yang memberikan rezeki kepada kalian dari langit maupun dari bumi? Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. Oleh karena itu kenapa kalian dipalingkan?

(QS Fāthir: 3)


Selasa, 02 Maret 2021

Halaqah 02 - Mengenal Allah Sebagai Pencipta


 

Mengenal Allāh Subhānahu wa Ta’āla Sebagai Pencipta 

Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.


Halaqah yang ke-2 dari Silsilah Ilmiyyah Mengenal Allah adalah tentang “Mengenal Allah Sebagai Pencipta”.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah Dzat Yang Maha Pencipta, menciptakan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada.

Dialah Allāh yang telah menciptakan langit, menciptakan bumi, manusia, dan seluruh alam semesta.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ

“Itu adalah Allāh Rabb kalian yang telah menciptakan segala sesuatu.”

(QS Ghāfir: 62)

Dialah Allāh, Al-Khāliq Yang Maha Pencipta, sedangkan selain Allah adalah makhluk yang diciptakan. Mereka tidak bisa mencipta meskipun diagung-agungkan dan disembah oleh manusia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ الله لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ.

“Wahai manusia, telah dibuat perumpamaan bagi kalian maka hendaklah kalian mendengarnya. Sesungguhnya segala sesembahan yang kalian sembah selain Allāh, tidak akan bisa menciptakan seekor lalat, meskipun mereka bersatu padu untuk membuat seekor lalat tersebut.”

(QS Al-Hajj: 73)

Berkumpul dan bekerja sama saja mereka tidak mampu untuk mencipta, bagaimana mencipta sendirian?

Menciptakan seekor lalat yang sedemikian sederhana susunan tubuhnya mereka tidak mampu maka bagaimana mereka menciptakan makhluk yang lebih rumit.

Seorang Muslim wajib meyakini bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah satu-satunya Pencipta dan tidak ada yang mencipta selain Allāh .

Barangsiapa yang meyakini ada yg mencipta selain Allah, maka sungguh telah melakukan syirik besar.


Senin, 01 Maret 2021

Halaqah 01 - Pentingnya Mengenal Allah , Rasul dan Agama Islam



Halaqah yang pertama dari Silsilah Ilmiyyah Mengenal Allah adalah tentang Pentingnya Mengenal Allah, Mengenal Rasulullah, dan Agama Islam.

Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa setiap manusia apabila telah meninggal dunia, maka di alam kubur akan ditanya oleh 2 malaikat tentang 3 perkara :

1. Siapa Tuhanmu?

2. Siapa Nabimu? dan

3. Apa Agamamu?

Oleh karena itu, wajib bagi seorang Muslim dan Muslimah untuk mempersiapkan diri terkait 3 perkara tersebut. Perlu diketahui bahwasanya untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak cukup dengan menghafal. Sebab seandainya menghafal itu cukup niscaya orang munafik pun bisa menjawab pertanyaan.

Tetapi yang dituntut adalah pemahaman dan juga pengamalan. Barangsiapa yang di dunia:

1. Mengenal Allāh dan memenuhi hakNya,

2. Mengenal Nabi Muhammad ﷺ dan memenuhi haknya, serta

3. Mengenal agama Islam dan mengamalkan isinya,

Maka diharapkan dia bisa menjawab pertanyaan dengan baik dan mendapat kenikmatan di dalam kuburnya.

Namun apabila dia:

1. Tidak mengenal siapa Allāh dan tidak memenuhi hakNya,

2. Tidak mengenal Nabi Muhammad ﷺ dan tidak memenuhi haknya, serta

3. Tidak atau kurang mengenal ajaran Islam dan tidak mengamalkannya,

Maka ditakutkan dia tidak bisa menjawab pertanyaan sehingga akibatnya siksa kubur yang akan dia dapatkan. Semoga Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memudahkan kita, keluarga kita dan orang-orang yang kita cintai untuk bisa mengenal Allāh, mengenal Nabi Muhammad ﷺ dan juga mengenal agama Islam.


Halaqah 20. Penjelasan Pokok Kelima Bagian 3

Halaqah yang ke-20 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al-Ushūlul As-Sittah (6 Kaidah), sebuah kitāb yang dikarang oleh Syaikh Muhammad...