#tintahikmahtanti
#tintahikmahtanti
#tintahikmahtanti
Kenapa harus menuntut Ilmu Syar'i? Kan dari sekolah sudah belajar agama selama 12 tahun sejak tingkat sekolah Dasar hingga tingkat sekolah Menengah ? Bukannya sudah cukup lama belajar agama? lalu kenapa sekarang masih harus belajar lagi? Baca quran bisa kok, sholat juga 5 waktu sudah , puasa udah dari kecil, semua sudah dikerjakan, belajar fikih itu sih buat yang sekolah pesantren aja, lagipula kan kalo tidak tau , dimaafkan dan tidak berdosa...
Yakin sudah tidak perlu belajar lagi? Yakin tidak ada dosanya? disaat segala fasilitas untuk mendapatkan ilmu itu terbentang luas di hadapanmu , apakah siap jika kelak nanti ditanya dihadapan Allah , siap untuk menjelaskan alasan2nya?
Yakin jadi gag perlu hadir di kajian kajian, supaya tidak berdosa karena ketidaktahuan?
ini ada penjelasannya yang patut kita simak dari Ustadz Ahmad Anshori ( Alumni Universitas Islam Madinah , Pengajar di PP Hamalatul Quran Yogyakarta
Bismillah walhamdulillah wash sholaatu wassalam’ala Rasulillah wa ba’du.
Seringkali memang setan datang kepada kita menampakkan sebagai penasihat yang bijak. Padahal, itu adalah tipu muslihat agar kita jauh dari kebenaran. Terlebih menuntut ilmu adalah ibadah yang sangat besar pahalanya, karena seorang hamba tak akan bisa menghamba secara profesional kepada Allah, tanpa ilmu. Setan menyadari ini sehingga mereka berusaha sekuat tenaga menghalangi manusia dari ibadah menuntut ilmu.
Maka, bila mendengar bisikan seperti itu, dan bisikan-bisikan lain yang mendorong kita untuk malas menuntut ilmu, bergegaslah berlindung kepada Allah…
A’udzubillahi minas syaithoonir rojiim
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
Tentu kesimpulan seperti itu tidak benar. Alasannya adalah berikut:
Pertama, menuntut ilmu hukumnya wajib.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَىْ كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. (HR. Ibnu Majah)
Sehingga dengan enggan belajar agama, padahal mampu dan sarana pun ada, maka dia telah terjatuh pada dosa besar, berupa meninggalkan kewajiban. Inginnya terbebas dari dosa, saat melakukan dosa karena tidak tahu kalau itu dilarang, ternyata justru dengan sikap enggan menuntut ilmu, sudah jatuh pada dosa. Lihatlah bagaimana kelicikan setan dalam menipu manusia.
Kedua, yang diberi uzur karena kebodohan adalah orang yang tidak ada akses menerima kebenaran.
Seperti dia tinggal di pelosok hutan, atau di puncak gunung, yang tidak ada akses menerima dakwah Islam. Sinyal tak ada, dai yang berdakwah ke sana pun tak ada. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan spiritual mereka, mereka menganut agama nenek moyang.
Orang seperti ini kondisinya, mungkin mendapatkan pemakluman karena kebodohannya. Karena Allah tak membebani manusia di luar kemampuan,
Allah Ta’ala berfirman,
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah: 286)
وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا
“Dan Kami tidak akan meng-azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS Al-Isra’ : 15).
رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allāh sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS An-Nisa’ : 165).
Adapun kita yang tinggal di lingkungan banyak pengajian, atau kalau pun jarang sekarang ada internet, parabola dan sarana lainnya, maka tak ada pemakluman atas kebodohan kita.
Ketiga, itu namanya berpaling dari kebenaran (i’rodh).
Saat kemampuan untuk mendengar ilmu ada, namun tetap enggan belajar, ini menunjukkan ada sikap berpaling dari kebenaran atau disebut i’rodh.
Akibat dari sikap ini tak main-main, Allah memperingatkan,
وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا وَنَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ
Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Tha-Ha : 124)
Keempat, kufur nikmat.
Allah bekali manusia sarana-sarana menangkap ilmu, berupa pendengaran, penglihatan dan pikiran, untuk disyukuri.
Allah ‘azza wa jalla berfirman,
وَٱللَّهُ أَخۡرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ شَيۡـٔٗا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl : 78)
Cara mensyukurinya adalah, dengan menggunakannya sebagaimana fungsinya, yaitu untuk menerima ilmu.
Ketika seorang memiliki kemampuan untuk menggunakan penglihatan dan pikiran, untuk disyukuri, artinya tak ada sedikitpun yang cacat, kemudian ia enggan menuntut Ilmu, maka ia telah kufur nikmat.
Di ayat-ayat selanjutnya, Allah menjelaskan akibat dari kufur nikmat ini.
فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَإِنَّمَا عَلَيۡكَ ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ
Maka jika mereka berpaling, maka ketahuilah kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (QS. An-Nahl : 82)
يَعۡرِفُونَ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ
Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar kepada Allah. (QS. An-Nahl : 83)
وَيَوۡمَ نَبۡعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةٖ شَهِيدٗا ثُمَّ لَا يُؤۡذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ وَلَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat, kemudian tidak diizinkan kepada orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) dibolehkan memohon ampunan. (QS. An-Nahl : 84)
وَإِذَا رَءَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلۡعَذَابَ فَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُمۡ وَلَا هُمۡ يُنظَرُونَ
Dan apabila orang zhalim telah menyaksikan azab, maka mereka tidak mendapat keringanan dan tidak (pula) diberi penangguhan. (QS. An-Nahl : 85).
Demikian, Wallahua’lam bish showab.
Referensi: https://konsultasisyariah.com/36220-tak-usah-belajar-agar-tak-berdosa.htmlv
Yuk kita perbanyak menempa diri dengan ilmu agar yang tadinya abu abu menjadi lebih jelas mana yang hitam ,mana yang putih,mana yang benar mana yang salah , mana yang halal dan mana yang haram... next catatan kelas yang saya ikuti dalam Halaqah Silsilah Ilmiyyah ( HSI) akan di share dalam Blog ini satu per satu per materi Halaqoh semoga dapat memberikan manfaat bagi yang Allah kehendaki mendapatkan petunjukNya, aamiin ya Rabbal alaamiinn. Berikut Silabus Materinya :
Blog ini sudah lama sekali saya buat saya buat sejak tahun 2014, di era jaman media sosial twitter dan IG yang lebih banyak berseliweran, maka saya pun terlupa kalo dulu punya cita - cita punya blog yang mau di isi dengan tulisan tulisan yang harapannya bisa dibaca kelak buat diri sendiri maupun orang lain yang mudah - mudahan salah satu postingannya bisa membawa manfaat.
Bismillah ya, yukk mulai menulis lagi..
Mulai dari mana , hmm.. kagok ternyata ya kalau sudah lama tidak menulis tiba tiba ingin update tulisan tapi belum punya konsep yang mau di bahas... well that's ok , kata orang bijak kalau mau mulai sesuatu langkah pertama yang dilakukan adalah ya mulai saja.
Hari ini Kamis 15 Juli 2021 dunia masih berada pada situasi pandemi... hmm ternyata jauh juga ya saya skip 7 tahun dalam hal tulis menulis ini sejak tahun 2014 dan sekarang sudah 2021 dan jaman tak terasa sudah sangat banyak berubah.
Kalau mau flash back dan mengurai kejadian demi kejadian yang sudah dilalui sejak 2014 - 2021 terlalu banyak tonggak momentum dalam hidup saya yang terlewat dalam goresan platform blog ini. Mungkin juga karena sejak 2014 sudah mulai muncul media media sosial yang mulai trending saat itu, sayapun terdistract dari blog ini. Siapa sih yang gag kenal FB, Twitter , Path, Instagram, Pinterest? Sayapun mulai beralih menggunakan media media tersebut yang awalnya join hanya untuk sekedar mengikuti kemajuan jaman saja. Walau pada akhirnya satu demi satu akun yang saya miliki akhirnya saya tutup hingga akhirnya yang tertinggal hanya Twitter dan Instagram saja akhirnya yang masih secara continue update walau memang tidak ada jadwal khusus untuk mengupdatenya.
Well saya coba evaluasi dulu peristiwa di tahun tahun saya yang terlewat dituangkan dalam blog ini sambil nyontek postingan Instagram please feel free to check my IG @tintahikmahtanti , mungkin nanti bisa di share lebih dalam lagi dalam postingan blog ini di lain hari.
2014.
Moment yang terlintas di tahun 2014 adalah moment dimana saya pindah dari unit tempat kerja di unit pindah ke Kantor pusat dan diberi amanah baru untuk mengelola Corporate Culture.
2015
Tahun ini dilalui penuh dengan dinamika dunia kerja pada umumnya , karena sudah mulai mendalami peran dalam pekerjaan.
2016
End November dapet pengalaman utk berangkat acara HAPUA di Vietnam, this was not my 1rst time to go , since my 1st HAPUA in Philipine bsa dapat pengalaman menarik kenal beberapa rekan dari negara negara Asean , namun untuk pengalaman kedua HAPUA ini ada kejadian menarik yang gag bakal kulupakan begitu aja, karena saat itu 29 November 2016 , kami mendarat di Vietnam dengan kondisi koper koper kami tertinggal entah di perjalanan transit kami di Malaysia, wewww.. that was not so good to tell but it happen. Kebetulan keesokan harinya adalah jadwal meeting antar negara Asean, dan kami terpaksa keesokannya meeting dengan satu2nya pakaian yang melekat dibadan, sambil malam itu juga hunting cari pakaian seadanya dinegara yang gag ramah hijab itu. Alhamdulilah setelah penuh perjuangan keesokannya setelah meeting kami sibuk mengurus koper2 kami...what an experience of having uncarried baggage.
2017
Awal 2017 akhirnya bisa sampe juga ke Jepang bareng suami dengan penuh sukacita , life to the fullest , enjoy every moment dan disini awal kami mulai belajar lagi menjemput hidayah karena di tahun ini saat kami sedang dipenuhi keriaan dunia dan saat itu ada kejadian , lagi lagi dimana koper koper kami tertinggal di bandara transit di Malaysia sedangkan kami sudah tiba di Jepang tanpa koper2 kami sehingga kami terpaksa berkelana 2 hari dengan perbekalan yang tertunda , Alhamdulillah masih bisa enjoy japan walau galau juga mikirin badan kedinginan karena musim winter dengan keterbatasan pakaian hangat yang hanya menepel dibadan saja, maka di saat itulah dibalikk musibah yang kami alami kami mendapatkan berita yang menyejukkan hati berupa panggilan untuk menunaikan ibadah suci bahwa di tahun tersebut kami harus berangkat memenuhi panggilan ibadah di tanah suci.Alhamdulillah walalupun saat itu masih sangat merasa malu karena diri ini masih banyak kekurangan dalam hal ibadah. Di sinilah tonggak kami mulai menempa diri untuk mempersiapkan diri agar kami layak. Bagai mimpi saat itu karena salah satu doaku terkabul , Saya pernah menggumamkan dalam hati ingin bisa berhaji sebelum usia 40 tahun. Qodarullah dijawab langsung oleh Allah melalui undangan tsb.
2018
Balik lagi sampai di Jepang, dengan niat suami yang ingin membahagiakan kedua orang tuanya, namun kali ini dengan berbekal pengalaman sebelumnya dan modal cari paket2 promo trip trip ke Jepang, berangkatlah kami kembali Jepang
Masih di tahun yang sama karena kami sangat haus dan sangat rindu baitullah, Allah mengundang kembali kami untuk hadir kesana. Yang istimewa disini kami berangkat bersama sama rombongan yang dominasi jamaahnya adalah jamaah ustadz Syafiq , dimana rata - rata pemahaman agamanya sudah mengenal jalan salafush salih. Saat itu kami masih menyaring ilmu dari sana sini hingga akhirnya Qodarullah Allah menunjukkan kepada kami jalan jalan menuju hidayah sunnah.Bonus perjalanan bisa menjejakkan kaki di masjidil Aqsa. Sungguh ini merupakan nikmat yang belum pernah sekali kali saya rasakan karena Allah begitu sayangnya membukakan jalan sebesar besaranya ingin menunjukkan jalan jalan kebenaranNya yang ingin kuketahui lebih jauh lagi.
2019
Tahun ini saya genap 5 tahun mengelola pekerjaan yang berkaitan dengan corporate culture, dan di tahun ini saya mendapatkan amanah baru untuk mengelola kepatuhan
2020
Kami kembali lagi mendapat undangan untuk bisa menapaki kaki kami ke Masjidil Aqsa bersama rombongan jamaah Ustadz syafiq kembali , kali ini jumlah rombongan lebih besar , lebih dari 100 orang, dengan rencana setelah dari Aqsa langsung menuju Madinah dan Mekkah, namun karena kondisi sudah mulai pandemi maka , saat itu , saat posisi kami sedang beribadah di masjidil Aqsa , sesuai aturan pemerintah saudi semua jamaah yang sedang beribadah umroh , maupun yang sedang menuju lokasi ibadah umroh terpaksa dipulangkan ke negara masing masing karena kondisi Pandemi covid19. Saat itu kami masih di Jerussalem sedang persipan untuk melanjutkan ibadah ke Madinah, namun karena berita tersebut semua rencana berubah.Rombongan kami pun terpkas terkatung katung di Jordania karena mendadak harus menunggu kabar perubahan penerbangan yang sedianya menuju Madinah, namun harus berubah menjadi penerbangan menuju ke tanah air.
Qodarullah Wama Sya'a Fa'ala , Inilah takdir Allah dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat.
![]() |
| Reset ke Titik Nol |
Halaqah yang ke-20 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al-Ushūlul As-Sittah (6 Kaidah), sebuah kitāb yang dikarang oleh Syaikh Muhammad...