Tampilkan postingan dengan label tamanmatabening. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tamanmatabening. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2022

My Path is not yours

 




Saat membaca map , kita bisa memilih jalan sendiri terhadap perjalanan yang ingin kita gapai. 
Lalu apa jadinya saat kita tidak memiliki Map? 
Perjalanan masing masing manusia berbeda beda garis mapnya
Jangan pernah membandingkan jalan satu dengan yang lainnya.
My Path is not yours, Your path is not mine
Allah yang telah menetapkan jalan maupun map masing - masing ciptaanNya dalam Lauhul mahfudzNya

Yakinlah untuk tidak membandingkan perjalanan diri sendiri dengan orang lain yang tidak sama perjalanannya dengan kita , karena tidak akan pernah sama perjalanan kita dengan orang lain. 

Karena, di dalam takdir Allah
Allah memilih yang terbaik untuk kita
Memberi alur yang baik kepada jalan kita. Dan memberi akhir yang baik dan indah untuk kita.

Pun dalam takdir Allah, kita diajarkan untuk banyak bersyukur atas apa yang kita rasakan tanpa membandingkan.

"Kita tidak sedang berlomba dengan siapa pun,
segala takdir di dunia ini telah Allah takar dengan
sempurna, waktu sedih dan bahagia setiap orang
sudah ditetapkan. 
Allah yang lebih tahu kapan seseorang bahagia dan kapan seseorang terluka. 
Semoga setiap rasa sakit dan penderitaan yang menyapa hidup kita
 menjadi sebab terangkatnya derajat di sisi Allah
dan terhapusnya dosa-dosa yang telah lalu. 
Wahai diri, tak perlu iri dengki atas nikmat yang ada pada orang lain, 
sebab jika saat ini kita diberikan nikmat yang sama, belum tentu baik untuk kita.
Sungguh apa yang kita sangka baik untuk diri kita,belum tentu benar-benar baik untuk kita. 
Maka syukuri apa yang ada di sisi kita, sebab jika kita bersyukur maka akan Allah tambahkan nikmat-Nya"

#tintahikmahtanti

Rabu, 22 Desember 2021

Kan Ada Allah...

 

Semalam aku menyimak penuturan seorang ibu yang berkisah saat saat menjelang kepergian suaminya...
Aku penasaran ingin mengetahui apa yang dirasakan saat hari hari penuh perjuangan antara memastikan kesembuhan sang suami atau bersiap pasrah pada ketetapanNya yang  diamati dari tanda tanda yang datang.
Sang Istri bertanya kepada suaminya , kenapa Pa..kok begitu..lihat apa?...
Suaminya bertanya balik , kamu takut gag? tanyanya kepada Istrinya.
Istrinya menjawab : Gag  aku gag takut, Kan Ada Allah...
Sang suami langsung tersenyum mengacungkan Ibu jarinya kepada istrinya.
Sang Suami merasa lega telah memastikan bahwa istrinya akan baik baik saja selepas kepergiannya kelak
Dan hari haripun setelahnya berlalu sampai akhirnya Allah mengambil sang suami meninggalkan sang Istri.

"Kan Ada Allah..."
Sederet kata yang mudah diucapkan namun bagi yang menghadapi situasi itu..belum tentu semudah itu terucap..karena ada hati yang tak ingin berpisah,ada air mata yang harus dibendung, ada bayangan situasi  masa depan apa yang akan dihadapinya sendiri kelak...

Aku belajar dari ketabahannya
Aku malu dengan diriku sendiri
Ketika ku mengeluh sendiri atas masalahku...
Manusia seringkali merasa hidupnya berat, karena ia mengurusi urusan yang sebenarnya adalah urusan Allah
semua menjadi kecil rasanya
buat kamu yang sering merasa kecil dan merasa sendiri...
Kan Ada Allah...



#tintahikmahtanti



Senin, 13 September 2021

Bismillah Be a "Hidden Gem Muslimah..."

 

                                                      


Suatu hari sahabatku bertanya ...Mba kok kamu sabar sih , bisa gitu lho merelakan di nomorduakan dari kepentingan keluarganya...suami mba kan anak pertama dan selalu diandalkan banget sama keluarganya...
Dulu kubelum belajar ilmunya  pasti jadi baper sedih ,  tapi ya mau bagaimana lagi ..merelakan dengan sedih karena di nomorduakan tapi jika dilihat dari keutamaannya tentulah kita yang sudah memahami bahwa surga istri berada pada bakti terhadap suaminya, dan surga suami berada pada bakti kepada orang tuanya, tentunya kita akan menetapkan hati untuk meraih Surga bersama dong yaa..
Bismillah.., Karena istri itu ikut suami , maka kuberharap suamiku juga dapat surga dari baktinya terhadap orangtuanya.

Sabar itu macem - macem yaa porsi yang didapat untuk masing -masing individu,maka sungguh beruntunglah mereka mereka yang sering diuji kesabarannya dan mampu melaluinya dengan tenang...
apalagi belajar sabar terhadap pasangan..wuihhh ini pelajaran seumur hidup berbonus Surga jika lulus..Masya Allah.
Ujiannya macem macem dan yang pasti bapernya tidak boleh mengedepankan ego.. walau berattt rasanya ya.. tapi kan ada Allah.. 
cerita aja ngadu sengadu ngadunya sama Allah.. 
malah kadang ku minta peluk sama Allah klo lagi pengen nangis sejadi jadinya..
merasakan Kelembutan kasih sayang Allah membayangkan di belai dengan lembut karena yakin Allah Al Lathif , Ar Rahman Ar Rahim..
terus jadi tenang dan nyaman deh..
Jika mau jadi lebih utama dari bidadari ..wanita dunia perlu banyak belajar agar bisa dicemburui para bidadari..supaya selama jadi wanita dunia.. gag usah cemburu sama bidadari...semoga dari beberapa riwayat  berikut ini bisa menambah semangat  ukhti sholehah karena untuk bisa jadi muslimah yang dicemburui bidadari , karena untuk bisa dicemburui itu butuh perjuangan yaa...harus terpenuhi dulu sifat sifat wanita yang baik agamanya.
Syaikh Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan :

Wanita yang Baik agamanya senantiasa :
  • Menegakkan perintah Allah Ta'ala
  • Menjaga hak - hak suaminya dan ranjangnya
  • Menjaga anak - anak dan harta suaminya
  • Membantunya dalam ketaatan kepada Allah
  • Jika suaminya lupa, ia akan mengingatkannya
  • Jika suaminya malas, ia akan menyemangatinya
  • Jika suaminya marah, ia akan berusaha membuatnya ridha
( Az Zawaj hal.20)

Betapa banyaknya peran wanita disini yang perlu diperjuangkan , untuk itu wanita memang harus senantiasa belajar , bagaimana kita bisa menegakkan perintah Allah Ta'ala dengan baik jika tidak tahu ilmunya, dan tidak tahu bagaimana syariat-syariatnya.Harus belajar bagiaman akhlak wanita yang baik. Tidak mudah memang sebagai wanita yang memiliki kecenderungan memiliki sifat ingin diperhatikan, ingin tampil menarik, pencemburu , iri hati  serta  menyenangi keindahan.  
Dari riwayat sebuah hadits Al Imam Ath Thabrani meriwayatkan sebuah hadis dari Ummu Salamah, 

bahwa ia Radhiyallahu'anha berkata,
" Ya Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah tentang bidadari-bidadari bermata jeli.."

Baginda menjawab,
"Bidadari yang kulitnya bersih, matanya jeli dan lebar,rambutnya berkilau bak bak sayap burung Nasar"

Ummu Salamah berkata lagi,
"Jelaskan padaku Ya Rasulullah, tentang firmanNya : Laksana Mutiara yang tersimpan baik (Al Waqiah 23)"

Baginda menjawab,
"Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia"
Ummu Salamah bertanya,
“Ya Rasulullah, jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah: Di dalam surga itu ada bidadari yang baik2 lagi cantik2 (Ar Rahman: 70).”

Rasulullah menjawab,
Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita.”

Ummu Salamah bertanya lagi,
“Jelaskan padaku tentang firman Allah: Seakan2 mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik (Ash Shaffat 49).”

Beliau menjawab,
“Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung dari kulit bagian luarnya atau yang biasa disebut putih telur.”

Ummu Salamah bertanya lagi,
“Ya Rasulullah jelaskan padaku tentang firman Allah: Penuh cinta lagi sebaya umurnya (Al Waqi’ah: 37).”

Beliau menjawab,
“Mereka adalah wanita2 yang meninggal di dunia dalam usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tua, lalu Allah menjadikan mereka sebagai wanita2 gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya.”

Ummu Salamah lalu bertanya lagi, 
“Manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab,
“Wanita - wanita dunia lebih utama daripada bidadari bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”

Rasulullah menjawab,
“Karena shalat mereka, puasa mereka, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih,, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami redha dan tidak pernah bersungut2 sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”

Jadi yukk semangat terus.. sedih2nya di ceritain ke Allah aja, selalu ber hati cantik dan berhias cantik terus ke suaminya, semangat belajar agamanya, sabar dan  semangat mencari ridha suami , berjuang melawan diri sendiri , karena ujiannya bukan pada bagaimana membuat bidadari cemburu , namun perjuangannya ada pada bagaimana seorang muslimah menginginkan seperti apa kelak dirinya bisa merias hati akhlaknya untuk suaminya then Bismillah ..Be a Hidden Gem Muslimah.

#tintahikmahtanti -13 Spetember 2021-


Minggu, 22 Agustus 2021

Sabr



Saat terlalu banyak hati yang perlu di jaga...bisa jadi itu salah satu bentuk ujian kesabaran lainnya yang Allah cobakan terhadap hatimu..

#tintahikmahtanti

Sabtu, 26 Desember 2020

Siapa Bilang Belajar Ilmu Syar'i Gag penting?

 




Kenapa harus menuntut Ilmu Syar'i? Kan dari sekolah sudah belajar agama selama 12 tahun sejak tingkat sekolah Dasar hingga tingkat sekolah Menengah ? Bukannya sudah cukup lama belajar agama? lalu kenapa sekarang masih harus belajar lagi? Baca quran bisa kok, sholat juga 5 waktu sudah , puasa udah dari kecil, semua sudah dikerjakan, belajar fikih itu sih buat yang sekolah pesantren aja, lagipula kan kalo tidak tau , dimaafkan dan tidak berdosa...

Yakin sudah tidak perlu belajar lagi? Yakin tidak ada dosanya? disaat segala fasilitas untuk mendapatkan ilmu itu terbentang luas di hadapanmu , apakah siap jika kelak nanti ditanya dihadapan Allah , siap untuk menjelaskan alasan2nya? 

Yakin jadi gag perlu hadir di kajian kajian, supaya tidak berdosa karena ketidaktahuan? 

ini ada penjelasannya yang patut kita simak dari Ustadz Ahmad Anshori ( Alumni Universitas Islam Madinah , Pengajar di PP Hamalatul Quran Yogyakarta

Bismillah walhamdulillah wash sholaatu wassalam’ala Rasulillah wa ba’du.

Seringkali memang setan datang kepada kita menampakkan sebagai penasihat yang bijak. Padahal, itu adalah tipu muslihat agar kita jauh dari kebenaran. Terlebih menuntut ilmu adalah ibadah yang sangat besar pahalanya, karena seorang hamba tak akan bisa menghamba secara profesional kepada Allah, tanpa ilmu. Setan menyadari ini sehingga mereka berusaha sekuat tenaga menghalangi manusia dari ibadah menuntut ilmu.

Maka, bila mendengar bisikan seperti itu, dan bisikan-bisikan lain yang mendorong kita untuk malas menuntut ilmu, bergegaslah berlindung kepada Allah…

A’udzubillahi minas syaithoonir rojiim

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Tentu kesimpulan seperti itu tidak benar. Alasannya adalah berikut:

Pertama, menuntut ilmu hukumnya wajib.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَىْ كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. (HR. Ibnu Majah)

Sehingga dengan enggan belajar agama, padahal mampu dan sarana pun ada, maka dia telah terjatuh pada dosa besar, berupa meninggalkan kewajiban. Inginnya terbebas dari dosa, saat melakukan dosa karena tidak tahu kalau itu dilarang, ternyata justru dengan sikap enggan menuntut ilmu, sudah jatuh pada dosa. Lihatlah bagaimana kelicikan setan dalam menipu manusia.

Kedua, yang diberi uzur karena kebodohan adalah orang yang tidak ada akses menerima kebenaran.

Seperti dia tinggal di pelosok hutan, atau di puncak gunung, yang tidak ada akses menerima dakwah Islam. Sinyal tak ada, dai yang berdakwah ke sana pun tak ada. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan spiritual mereka, mereka menganut agama nenek moyang.

Orang seperti ini kondisinya, mungkin mendapatkan pemakluman karena kebodohannya. Karena Allah tak membebani manusia di luar kemampuan,

Allah Ta’ala berfirman,

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah: 286)

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

“Dan Kami tidak akan meng-azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS Al-Isra’ : 15).

رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allāh sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS An-Nisa’ : 165).

Adapun kita yang tinggal di lingkungan banyak pengajian, atau kalau pun jarang sekarang ada internet, parabola dan sarana lainnya, maka tak ada pemakluman atas kebodohan kita.

Ketiga, itu namanya berpaling dari kebenaran (i’rodh).

Saat kemampuan untuk mendengar ilmu ada, namun tetap enggan belajar, ini menunjukkan ada sikap berpaling dari kebenaran atau disebut i’rodh.

Akibat dari sikap ini tak main-main, Allah memperingatkan,

وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا وَنَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Tha-Ha : 124)

Keempat, kufur nikmat.

Allah bekali manusia sarana-sarana menangkap ilmu, berupa pendengaran, penglihatan dan pikiran, untuk disyukuri.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

وَٱللَّهُ أَخۡرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ شَيۡـٔٗا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl : 78)

Cara mensyukurinya adalah, dengan menggunakannya sebagaimana fungsinya, yaitu untuk menerima ilmu.

Ketika seorang memiliki kemampuan untuk menggunakan penglihatan dan pikiran, untuk disyukuri, artinya tak ada sedikitpun yang cacat, kemudian ia enggan menuntut Ilmu, maka ia telah kufur nikmat.

Di ayat-ayat selanjutnya, Allah menjelaskan akibat dari kufur nikmat ini.

فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَإِنَّمَا عَلَيۡكَ ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ

Maka jika mereka berpaling, maka ketahuilah kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (QS. An-Nahl : 82)

يَعۡرِفُونَ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ

Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar kepada Allah. (QS. An-Nahl : 83)

وَيَوۡمَ نَبۡعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةٖ شَهِيدٗا ثُمَّ لَا يُؤۡذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ وَلَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat, kemudian tidak diizinkan kepada orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) dibolehkan memohon ampunan. (QS. An-Nahl : 84)

وَإِذَا رَءَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلۡعَذَابَ فَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُمۡ وَلَا هُمۡ يُنظَرُونَ

Dan apabila orang zhalim telah menyaksikan azab, maka mereka tidak mendapat keringanan dan tidak (pula) diberi penangguhan. (QS. An-Nahl : 85).

Demikian, Wallahua’lam bish showab.

              Referensi: https://konsultasisyariah.com/36220-tak-usah-belajar-agar-tak-berdosa.html

Yuk kita perbanyak menempa diri dengan ilmu agar yang tadinya abu abu      menjadi lebih jelas mana yang hitam ,mana yang putih,mana yang benar mana yang salah , mana yang halal dan mana yang haram... next catatan kelas  yang saya ikuti dalam Halaqah Silsilah Ilmiyyah ( HSI) akan di share dalam Blog ini satu per satu per materi Halaqoh semoga dapat memberikan manfaat bagi yang Allah kehendaki mendapatkan petunjukNya, aamiin ya Rabbal alaamiinn. Berikut Silabus Materinya :


 

     



Sabtu, 12 September 2020

Back to Blogging...

 



Blog ini sudah lama sekali saya buat  saya buat sejak tahun 2014, di era jaman media sosial twitter dan IG yang lebih banyak berseliweran, maka saya pun terlupa kalo dulu punya cita - cita punya blog yang mau di isi dengan tulisan  tulisan yang harapannya bisa dibaca kelak buat diri sendiri maupun orang lain yang mudah - mudahan salah satu postingannya bisa membawa manfaat.

Bismillah ya,  yukk mulai menulis lagi.. 

Mulai dari mana , hmm.. kagok ternyata ya kalau sudah lama tidak menulis tiba tiba ingin update tulisan tapi belum punya  konsep yang mau di bahas... well that's ok , kata orang bijak kalau mau mulai sesuatu langkah pertama yang dilakukan adalah ya mulai saja.

Hari ini Kamis 15 Juli 2021 dunia masih berada pada situasi pandemi... hmm ternyata jauh juga ya saya skip 7 tahun dalam hal tulis menulis ini sejak tahun 2014  dan sekarang sudah 2021 dan jaman tak terasa sudah sangat banyak berubah.

Kalau mau flash back dan mengurai kejadian demi kejadian yang sudah dilalui sejak 2014 - 2021 terlalu banyak tonggak momentum dalam hidup saya yang terlewat dalam goresan platform blog ini. Mungkin juga karena sejak 2014 sudah mulai muncul media media sosial yang mulai trending saat itu, sayapun terdistract dari blog ini. Siapa sih yang gag kenal FB, Twitter , Path, Instagram, Pinterest?   Sayapun mulai beralih menggunakan media media tersebut yang awalnya join hanya untuk sekedar mengikuti kemajuan jaman saja. Walau pada akhirnya satu demi satu akun yang saya miliki akhirnya saya tutup hingga akhirnya yang tertinggal hanya Twitter dan Instagram saja akhirnya yang masih secara continue update walau memang tidak ada jadwal khusus untuk mengupdatenya.

Well saya coba evaluasi dulu peristiwa  di tahun tahun saya yang terlewat dituangkan dalam blog ini sambil nyontek postingan Instagram please feel free to check my IG @tintahikmahtanti , mungkin nanti bisa di share lebih dalam lagi dalam postingan blog ini di lain hari.

2014.

Moment yang  terlintas di tahun 2014 adalah moment dimana saya pindah dari unit tempat kerja di unit pindah ke Kantor pusat dan diberi amanah baru untuk mengelola Corporate Culture.

2015 

Tahun ini dilalui penuh dengan dinamika dunia kerja pada umumnya , karena sudah mulai mendalami peran dalam pekerjaan.

2016 

End November dapet pengalaman utk berangkat acara HAPUA di Vietnam, this was not my 1rst time to go , since my 1st HAPUA in Philipine bsa dapat pengalaman menarik kenal beberapa rekan dari negara negara Asean , namun untuk pengalaman kedua HAPUA ini ada kejadian menarik yang gag bakal kulupakan begitu aja, karena saat itu 29 November 2016 , kami mendarat di Vietnam dengan kondisi koper koper kami tertinggal entah di perjalanan transit kami di Malaysia, wewww.. that was not so  good to tell but it happen. Kebetulan  keesokan harinya adalah jadwal meeting antar negara Asean, dan kami terpaksa keesokannya meeting dengan satu2nya pakaian yang melekat dibadan, sambil malam itu juga hunting cari pakaian seadanya dinegara yang gag ramah hijab itu. Alhamdulilah setelah penuh perjuangan keesokannya setelah meeting kami sibuk mengurus koper2 kami...what an experience of having uncarried baggage.

2017

Awal 2017 akhirnya bisa sampe juga ke Jepang bareng suami dengan penuh sukacita , life to the fullest , enjoy every moment dan disini awal kami mulai belajar lagi menjemput hidayah karena di tahun ini saat kami sedang dipenuhi keriaan dunia dan saat itu ada kejadian , lagi lagi dimana koper koper kami tertinggal di bandara transit di Malaysia sedangkan kami sudah tiba di Jepang tanpa koper2 kami sehingga kami terpaksa berkelana 2 hari dengan perbekalan yang tertunda , Alhamdulillah masih bisa enjoy japan walau galau juga mikirin badan kedinginan karena musim winter dengan keterbatasan pakaian hangat yang hanya menepel dibadan saja, maka di saat itulah dibalikk musibah yang kami alami kami mendapatkan berita yang menyejukkan hati berupa panggilan untuk menunaikan ibadah suci bahwa di tahun tersebut kami harus berangkat memenuhi panggilan ibadah di tanah suci.Alhamdulillah walalupun saat itu masih sangat merasa malu karena diri ini masih banyak kekurangan dalam hal ibadah. Di sinilah tonggak kami mulai menempa diri untuk mempersiapkan diri agar kami layak. Bagai mimpi saat itu karena salah satu doaku terkabul , Saya pernah menggumamkan dalam hati ingin bisa berhaji sebelum usia 40 tahun. Qodarullah dijawab langsung oleh Allah melalui undangan tsb.

2018

Balik lagi sampai di Jepang, dengan niat suami yang ingin membahagiakan  kedua orang tuanya, namun kali ini dengan berbekal pengalaman sebelumnya dan modal cari paket2 promo trip trip ke Jepang, berangkatlah kami kembali Jepang 

Masih di tahun yang sama karena kami sangat haus dan sangat rindu baitullah, Allah mengundang kembali kami untuk hadir kesana. Yang istimewa disini kami berangkat bersama sama rombongan yang dominasi jamaahnya adalah jamaah ustadz Syafiq , dimana rata - rata pemahaman agamanya sudah mengenal jalan salafush salih. Saat itu kami masih menyaring ilmu dari sana sini hingga akhirnya Qodarullah Allah menunjukkan kepada kami jalan jalan menuju hidayah sunnah.Bonus perjalanan bisa menjejakkan kaki di masjidil Aqsa. Sungguh ini merupakan nikmat yang belum pernah sekali kali saya rasakan karena Allah begitu sayangnya membukakan jalan sebesar besaranya ingin menunjukkan jalan jalan kebenaranNya yang ingin kuketahui lebih jauh lagi.

2019

Tahun ini saya genap 5 tahun mengelola pekerjaan yang berkaitan dengan corporate culture, dan di tahun ini saya mendapatkan amanah baru untuk mengelola kepatuhan

2020 

Kami kembali lagi mendapat undangan untuk bisa menapaki kaki kami ke Masjidil Aqsa bersama rombongan jamaah Ustadz syafiq kembali , kali ini jumlah rombongan lebih besar , lebih dari 100 orang, dengan rencana setelah dari Aqsa langsung menuju Madinah dan Mekkah, namun karena kondisi sudah mulai pandemi maka , saat itu , saat posisi kami sedang beribadah di masjidil Aqsa , sesuai aturan pemerintah saudi semua jamaah yang sedang beribadah umroh , maupun yang sedang menuju lokasi ibadah umroh terpaksa dipulangkan ke negara masing masing karena kondisi Pandemi covid19. Saat itu kami masih di Jerussalem sedang persipan untuk melanjutkan ibadah ke Madinah, namun karena berita tersebut semua rencana berubah.Rombongan kami pun terpkas terkatung katung di Jordania karena mendadak harus menunggu kabar perubahan penerbangan yang sedianya menuju Madinah, namun harus berubah menjadi penerbangan menuju ke tanah air. 

Qodarullah Wama Sya'a Fa'ala , Inilah takdir Allah dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat. 




Sabtu, 21 Juni 2014

Reset ke Titik Nol.

Reset ke Titik Nol
Titik nol adalah titik awal memulai suatu perjalanan. Perjalanan yang ditempuh manusia mulai dari alam ruh, alam rahim,alam dunia , alam barzakh, hari kebangkitan, hari penghitungan amal, dan hari pembalasan.Ada 7 tahap yang akan dilalui oleh setiap diri.
Setiap diri pasti mengalami perjalanan.Setiap perjalanan pasti ada tujuannya, baik tujuan yang direncanakan maupun tujuan yang tidak direncanakan.
"Ihdinash Shiratal Mustaqim." Kita ucapkan benar-benar dari hati. Bukan sekadar basa-basi atau main-main. Doa tersebut perlu pembuktian meskipun diucapkan sehari 17 kali dalam sholat.
Kita memohon kepada Allah agar dimudahkan dalam mengamalkan ilmu yang telah Allah karuniakan. Di antara doa yang sering kita panjatkan, "Ya Allah, bantulah aku untuk dapat mengingat-Mu, untuk dapat mensyukuri nikmat-Mu, dan untuk dapat beribadah kepada-Mu dengan baik."

Setiap manusia akan mengalami ujian, namun kembali lagi bagaimana kita menjalani dan memaknai ujian tersebut untuk membuat kita kembali ke jalan yang lurus dan istiqomah di jalan yang lurus.
Dosa..ya ini adalah salah satu impact dari ujian yang dijalani , Ujian bisa berakhir kepada kelulusan atau kegagalan. Jika lulus maka kita tetap berada pada track jalur Shiratal Mustaqim namun jika gagal maka jatuh ke lembah kesesatan dosa. 

Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).

Setiap manusia pasti ada dosa  ..namun saya yakin Allah Maha Pengampun dan Pemurah selama hambanya bersungguh sungguh memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi dan istiqomah hingga mencapai pertemuan denganNya Ya Ar Rahman.  Dosa bagi saya adalah suatu titik dimana kita berada diambang pilihan untuk memilih kembali menemukan Shiratal Mustaqim atau tenggelam dalam kesesatan dosa. Titik Nol ...ya titik ini adalah titik dimana kita disadarkan akan terbukanya jalan menuju Shiratal Mustaqim. Titik dimana kita memulai kembali lembaran perjalanan menuju Shiratal Mustaqim.  Pada saat kita berada pada ambang ini maka sepatutnyalah kita bersyukur karena masih mendapatkan Rahmat Allah, mendapatkan kasih sayang Allah. Sadar bahwa Allah sayang dengan hambanya, Rasa sadar bahwa kita disayang itulah yang perlu diwjudkan dengan rasa syukur dan tentunya menumbuhkan kecintaan dan sayang yang lebih dalam lagi kepada Allah SWT.

Ali Imram ayat 8,  merupakan doa saya sejak titik nol saya saat air mata tak terbendung dan membuncah sederas derasnya di Raudah 28 Juli 2012... 

rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaytanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka anta lwahhaab
[3:8] : "Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)"
Aamiin ya robbal 'alamiin.
 



Halaqah 20. Penjelasan Pokok Kelima Bagian 3

Halaqah yang ke-20 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al-Ushūlul As-Sittah (6 Kaidah), sebuah kitāb yang dikarang oleh Syaikh Muhammad...