Jumat, 12 Maret 2021

Halaqah 10 - Mengenal Allah Subhanahuwa Ta'ala Dengan Nama SifatNya


 

Halaqah yang ke-10 dari Silsilah Mengenal Allāh adalah tentang “Mengenal Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى Dengan Nama dan Sifat-Nya”. Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Allāh memiliki nama dan sifat. Allāh berfirman :


ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﺄَﺳۡﻤَﺎٓﺀُ ﭐﻟۡﺤُﺴۡﻨَﻰ


“Dan Allāh memiliki nama-nama yang paling baik.” (QS Al-A’rāf: 180)


Dan Allāh berfirman :


ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﻤَﺜَﻞُ ﭐﻟۡﺄَﻋۡﻠَﻰ


“Dan Allāh memiliki sifat-sifat yang paling tinggi.” (QS An-Nahl: 60)


Kita mengenal Allāh dengan nama dan juga sifat tersebut.


✓ Kita mengenal Allāh sebagai Dzat Yang Maha Penyayang karena Dia adalah Ar Rahmān Ar Rahīm.


✓ Dan kita mengenal Allāh sebagai Dzat Yang Maha Pengampun karena Dia adalah Al-Ghafūr, dan seterusnya.


✓ Dan Allāh mengabarkan di dalam Al-Qurān bahwasanya di antara sifat Allāh adalah:


Allāh beristiwa’ di atas ‘Arsy.

Allāh memiliki dua tangan.

Allāh berada di atas.

✓ Dan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya,


Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَىturun ke langit dunia pada setiap sepertiga malam yang terakhir.

✓ Dan juga sifat-sifat yang lain.


Kewajiban kita sebagai seorang Muslim adalah menetapkan nama & juga sifat tersebut, karena Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى lebih tahu tentang diri-Nya daripada kita semua. Dan Rasūlullāh ﷺ lebih tahu tentang Allāh daripada kita. Tidak boleh seorang Muslim menolak nama-nama dan juga sifat-sifat tersebut. Dan tidak boleh dia menyerupakan, karena Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:


ﻟَﻴۡﺲَ ﻛَﻤِﺜۡﻠِﻪِۦ ﺷَﻰۡﺀٌ۬ۖ ﻭَﻫُﻮَ ﭐﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﭐﻟۡﺒَﺼِﻴﺮ


“Tidak ada yang serupa dengan Allāh dan Dia adalah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Asy-Syūrā: 11)


Jadi yang benar, yang seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim adalah:


◆ Menetapkan nama dan juga sifat tersebut sebagaimana datangnya, sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, tanpa menyerupakan dan tanpa mentakwil nama dan juga sifat tersebut.


⇒ Mentakwil adalah menafsirkan nama dan sifat Allāh bukan dengan maknanya yang benar.


Seperti;


Mentakwil istiwā dengan kekuasaan.

Mentakwil turunnya Allāh dengan turunnya rahmat Allāh.

Dan lain-lain.

Ini adalah halaqah yang terakhir dari Silsilah Mengenal Allāh.


Dan sampai bertemu kembali pada Silsilah berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaqah 20. Penjelasan Pokok Kelima Bagian 3

Halaqah yang ke-20 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al-Ushūlul As-Sittah (6 Kaidah), sebuah kitāb yang dikarang oleh Syaikh Muhammad...