Selasa, 25 Oktober 2022

Halaqah 01. Pengertian Al Qadha dan Al Qadar.


 

Halaqah yang pertama dari Silsilah Ilmiyyah Beriman dengan Takdir Allah adalah tentang “Pengertian Al Qadha dan Al Qadar”.


Al Qadha dan Al Qadar adalah dua kata yang apabila berdampingan maka masing-masing memiliki makna tersendiri.


Al Qadha

Secara bahasa diantara maknanya adalah memutuskan, menyelesaikan, menyempurnakan, dan mewajibkan.

Allah berfirman,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ…

[QS Al-Isra’ 23]

“Dan Rabb-mu mewajibkan supaya kalian tidak menyembah kecuali kepada-Nya.”

Dan Allah berfirman,

وَاللَّهُ يَقْضِي بِالْحَقِّ ۖ…

[QS Ghafir 20]

“Dan Allah memutuskan dengan benar.”

Dan Allah berfirman,

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ…

[QS Al-Baqarah 200]

“Maka apabila kalian menyelesaikan manasik haji kalian hendaklah kalian mengingat Allah, seperti kalian mengingat bapak-bapak kalian atau lebih banyak.”


Adapun secara syariat yang dimaksud dengan 

Al Qadha adalah apa yang Allah putuskan pada makhluk-Nya baik berupa pengadaan, peniadaan, atau perubahan sesuai dengan Qadar atau ketentuan Allah sebelumnya.


Al Qadar

Secara bahasa adalah menentukan.

Adapun

Secara syariat maka 

Al Qadar adalah apa yang sejak dahulu atau azali sudah Allah tentukan akan terjadi.


Dengan demikian Al Qadar lebih dahulu daripada Al Qadha,


karena Al Qadar adalah ketentuan Allah sejak azali sedangkan 

Al Qadha adalah keputusan Allah setelah itu, berupa pengadaan atau peniadaan atau pengubahan. Dan keduanya saling melazimi tidak bisa dipisah satu dengan yang lain.


Apa yang Allah tentukan akan Dia putuskan dan apa yang menjadi keputusan Allah maka itulah yang dia tentukan sebelumnya.


Namun apabila kata Al Qadha atau Al Qadar datang sendiri dalam sebuah kalimat maka maknanya mencakup makna kata yang lain.


Al Qadha adalah ketentuan Allah sejak dahulu dan keputusan-Nya. 

Demikian pula Al Qadar adalah ketentuan Allah sejak dahulu dan keputusan-Nya.


Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaqah 20. Penjelasan Pokok Kelima Bagian 3

Halaqah yang ke-20 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al-Ushūlul As-Sittah (6 Kaidah), sebuah kitāb yang dikarang oleh Syaikh Muhammad...