Sabtu, 21 Juni 2014

Reset ke Titik Nol.

Reset ke Titik Nol
Titik nol adalah titik awal memulai suatu perjalanan. Perjalanan yang ditempuh manusia mulai dari alam ruh, alam rahim,alam dunia , alam barzakh, hari kebangkitan, hari penghitungan amal, dan hari pembalasan.Ada 7 tahap yang akan dilalui oleh setiap diri.
Setiap diri pasti mengalami perjalanan.Setiap perjalanan pasti ada tujuannya, baik tujuan yang direncanakan maupun tujuan yang tidak direncanakan.
"Ihdinash Shiratal Mustaqim." Kita ucapkan benar-benar dari hati. Bukan sekadar basa-basi atau main-main. Doa tersebut perlu pembuktian meskipun diucapkan sehari 17 kali dalam sholat.
Kita memohon kepada Allah agar dimudahkan dalam mengamalkan ilmu yang telah Allah karuniakan. Di antara doa yang sering kita panjatkan, "Ya Allah, bantulah aku untuk dapat mengingat-Mu, untuk dapat mensyukuri nikmat-Mu, dan untuk dapat beribadah kepada-Mu dengan baik."

Setiap manusia akan mengalami ujian, namun kembali lagi bagaimana kita menjalani dan memaknai ujian tersebut untuk membuat kita kembali ke jalan yang lurus dan istiqomah di jalan yang lurus.
Dosa..ya ini adalah salah satu impact dari ujian yang dijalani , Ujian bisa berakhir kepada kelulusan atau kegagalan. Jika lulus maka kita tetap berada pada track jalur Shiratal Mustaqim namun jika gagal maka jatuh ke lembah kesesatan dosa. 

Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).

Setiap manusia pasti ada dosa  ..namun saya yakin Allah Maha Pengampun dan Pemurah selama hambanya bersungguh sungguh memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi dan istiqomah hingga mencapai pertemuan denganNya Ya Ar Rahman.  Dosa bagi saya adalah suatu titik dimana kita berada diambang pilihan untuk memilih kembali menemukan Shiratal Mustaqim atau tenggelam dalam kesesatan dosa. Titik Nol ...ya titik ini adalah titik dimana kita disadarkan akan terbukanya jalan menuju Shiratal Mustaqim. Titik dimana kita memulai kembali lembaran perjalanan menuju Shiratal Mustaqim.  Pada saat kita berada pada ambang ini maka sepatutnyalah kita bersyukur karena masih mendapatkan Rahmat Allah, mendapatkan kasih sayang Allah. Sadar bahwa Allah sayang dengan hambanya, Rasa sadar bahwa kita disayang itulah yang perlu diwjudkan dengan rasa syukur dan tentunya menumbuhkan kecintaan dan sayang yang lebih dalam lagi kepada Allah SWT.

Ali Imram ayat 8,  merupakan doa saya sejak titik nol saya saat air mata tak terbendung dan membuncah sederas derasnya di Raudah 28 Juli 2012... 

rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaytanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka anta lwahhaab
[3:8] : "Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)"
Aamiin ya robbal 'alamiin.
 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaqah 20. Penjelasan Pokok Kelima Bagian 3

Halaqah yang ke-20 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al-Ushūlul As-Sittah (6 Kaidah), sebuah kitāb yang dikarang oleh Syaikh Muhammad...