Bahagia sebuah pernikahan itu tidak harus diukur dengan
seberapa sukses karir suami seberapa banyak anak yang dimiliki, seberapa
bagus rumah yg dimiliki , semahal apa mobil yang dikendarai...tapi
seberapa banyak rasa cukup atau rasa syukur dihati yang bisa kita
rasakan secara lahiriah maupun batiniah.
Saya bersyukur atas nikmat yang Allah cukupkan buat
pernikahan ini. Allah memahami apa yang kita dapat berbuat yang terbaik
untuk kebahagiaan pernikahan ini.
Memiliki anak mungkin memang dambaan setiap pasangan menikah, tapi saya yakin Allah pasti punya rencanaNya sendiri yang sudah tertuliskan indah dalam Lauhul MahfudzNya. Saya menikmati kebersamaan pernikahan ini dalam suka dukanya dalam senang dan susah.Disaat pasangan lain sibuk dengan kerewelan anak ,kerepotan mengurus anak , kesulitan membimbing anak maupun tanggung jawab / amanah mendidik anak kepada sang Khalik yang menciptakan kehidupan.Kami sadar bahwa harta dan anak adalah ujian bagi manusia sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Anfaal:28 " Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar.”
Saya sempat bertanya -
tanya, dimana sih letak cobaannya?
Jika direnungkan kembali. Di awal-awal kita mendapatkan
rezeki atau karunia Allah berupa harta ataupun anak, pernahkah terpikir
oleh kita untuk semakin menambah ketaatan kita pada Allah yang telah
memberikan semua itu ? Yang terjadi kebanyakan dari kita adalah semakin
sibuknya kita dan semakin terkonsentrasikannya pikiran kita pada harta
atau anak tersebut. Apalagi pada saat masih balita sedang
lucu-lucunya. Ungkapan sayang dan kecintaan kita pada anak tersebut,
kadang justru mengabaikan kewajiban-kewajiban syariat. Harta dan anak
kecil kita adalah cobaan bagi “keimanan” kita. Cobaan bagi ketaatan kita
untuk menjalankan ibadah.apakah kita sibuk dan terlenakan olehnya
ataukah akan menyadari dan semakin menjadikan kita taat dan tidak hanya
meluangkan waktu yang tersisa dari mengurus harta atau anak dan Allah
yang Maha memberi hanya mendapatkan sisa perhatian kita?
Allah yang Maha Kaya akan memberikan kepada kita apa yang
kita minta, sepanjang permintaan kita menyangkut kenikmatan dunia akan
diberikan semua. Tidak peduli mereka yang taat kepadanya atau mereka
yang mengingkariNya dengan tidak mau mengingatNya sama sekali. Semua
kenikmatan dunia diberikannya, kita tinggal mengusahakannya untuk
memperoleh semua kenikmatan dunia tersebut. Mengapa ? Sebab dunia ini,
disamping berfungsi sebagai tanda-tanda kuasanya Allah swt, juga telah
pula diberikan pula untuk kepentingan kita. Tetapi sadarkah kita kalau
ada sebuah kepentingan yang lebih besar dari pada semua kenikmatan dunia
ini ? Ada lebih banyak lagi perbekalan yang harus kita siapkan untuk kenikmatan yang lebih hakiki. Saat hawa nafsu dunia menguasai kita maka kitapun melupakan masa depan akhirat kita. Seberapa banyak bekal yang sudah kita kumpulkan untuk kehidupan akhir nanti? Untuk itu kita perlu senantiasa mengedapankan bahwa Allah lah tempat kita kembali, seberapa berat masalahmu di dunia , tidak akan sebanding dengan penderitaan yang akan di hadapi hari akhir nanti. Untuk itu manusia senantiasa akan selalu di uji agar tidak dimabukkan dengan kebutuhan dunia saja , perkara harta dan anak dan segala pernak pernik dunia merupakan ujian yang Allah timpakan kepada hambanya untuk menguji kesungguhannya dalam beriman dan ketergantungannya seorang hamba kepada Rabbnya , dan saya yakin Allah tidak akan membebankan suatu ujian kepada seorang hamba jika hamba tersebut tidak sanggup memikulnya. sebagaimana firman Allah dalam surat Al baqoroh 286 : La yukallifullahu nafsan illa wus'aha
Dengan ujian jika kita dapat menyikapinya dan ridho terhadapanya , perlahan Allah akan buka kan jalan jalan menuju kebahagiaan. Maka kembali kepada Allah adalah jalan yang paling baik karena Allah akan membukakan pintu pintu kebaikan untuk kita.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan padanya , Allah akan pahamkan ia dalam masalah agama ( ini ). ( HR. Al Bukhari & Muslim ).
Alhamdulillah , pintu pintu itu mulai terbuka saat kami merasakan kesempitan menjalani ujian kami, satu per satu kami mulai dibukakan untuk mengenal kajian demi kajian yang akhirnya membawa kami mengenal kajian sunnah. Kami mulai mendapatakan sedikit demi sedikit pemahaman - pemahaman yang lurus tentang AlQuran dan Hadist, karenan jika hati masih dipenuhi hawa nafsu dunia , maka tidak akan dapat memahami Alquran dan Hadist dengan benar. Alhamduillah kami sangat bersyukur dan ridho dengan segala ketetapanMu ya Allah , kami sangat bersyukur kamrena Engkau beri keleluasaan bagi kami untuk dapat beribadah. Bismillah Ten years and more years to go until Jannah, aamiinn Allahumma Aamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar