Selasa, 19 Oktober 2021

Halaqah 57 - Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka Bagian 03 dari 04


 

Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah wa sholatu wa sallamu ala Rosulillah wa ala alihi wa sohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-57 dari silsilah beriman kepada hari akhir adalah tentang Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka Bagian 03 dari 04


1. Di antara dosa yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh ke dalam neraka adalah dosa bunuh diri.


Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda

Barang siapa yang melempar dirinya dari gunung untuk membunuh dirinya maka dia berada di dalam neraka jahannam, dilempar di dalamnya, kekal selamanya.

Dan barang siapa meneguk racun untuk membunuh dirinya maka di dalam neraka jahannam dia akan diletakkan racun di tangannya, dia meneguknya selamanya di neraka.

Dan barang siapa membunuh dirinya dengan besi maka besi tersebut di tangannya, dia menusuk dengan besi tersebut perutnya di neraka jahannam, kekal selamanya.

Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim.


Bunuh diri bukanlah cara untuk lepas dari masalah namun justru akan mendatangkan masalah yang jauh lebih besar dan barang siapa yang beriman kepada Allah, maka Allah akan memberikan hidayah kepada hatinya.



2. Diantara dosa tersebut adalah membunuh tanpa hak.

Allah subhana wa ta ‘ala berfirman :

Dan barang siapa yang membunuh orang beriman karena sengaja maka balasanya adalah jahannam, dia kekal di dalamnya, Allah akan marah kepadanya dan melaknatnya dan Allah akan siapkan untuknya azab yang besar.

QS An Nisa 93.


Para Ulama menjelaskan bahwasannya maksud kekal di dalam neraka bagi orang yang membunuh orang yang beriman tanpa hak atau bunuh diri yaitu pada asalnya inilah balasan bagi orang tersebut namun dalil lain yang menerangkan bahwasannya orang yang beriman sekecil apapun imannya dan sebesar apapun dosanya dia akan keluar dari neraka baik dengan ampunan Allah atau dengan syafaat.


3. Dan diantara dosa tersebut adalah memakan riba. 


Allah subhana wa ta ‘ala berfirman :

Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kalian kepada Allah supaya kalian beruntung dan takutlah dengan api neraka yang disediakan untuk orang-orang kafir

QS Ali Imran 130 – 131.

Dan betapa banyak praktek riba di jaman sekarang. Seseorang yang akan melakukan sebuah transaksi hendaknya mengetahui ilmunya dan janganlah dia menganggap mudah perkara riba ini.

Dan barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan mengganti dengan yang lebih baik.


4. Dan diantara dosa yang berbahaya adalah menggambar makhluk yang bernyawa.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

Sesungguhnya orang yang paling keras azabnya di sisi Allah para hari kiamat adalah para penggambar

Hadist riwayat Bukhari dan Muslim.

Dan maksud dari penggambar di sini adalah penggambar makhluk bernyawa. Masuk di dalamnya orang yang membuat patung makhluk bernyawa dan orang yang melukis makhluk bernyawa.

Banyak para ulama yang memasukkan gambar fotografi di dalam larangan ini. Tidak diperbolehkan kecuali karena darurat seperti untuk surat-surat penting dan lain-lain.

Perbedaan pendapat di antara para ulama dan banyaknya manusia yang melakukan janganlah menjadi alasan bagi seseorang untuk bermudah-mudahan dalam gambar fotografi ini.


5. Dan diantara dosa tersebut adalah dosa wanita yang berpakaian tetapi telanjang.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :

Dua golongan dari penduduk neraka yang aku belum pernah melihat mereka, sebuah kaum yang memiliki cambuk sepreti ekor sapi mereka gunakan untuk meukul manusia dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan lenggak-lenggok kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk ke dalam surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga bisa dicium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.

Dan makna berpakaian tapi telanjang ada yang mengatakan menutupi sebagian aurat dan membuka sebagian yang lain untuk menampakkan keindahan atau meakai pakaian tetapi tidak sempurna seperti memakai pakaian yang tipis atau membentuk badan.

Seorang muslimah hendaknya bersungguh-sungguh dalam menjaga hijabnya dan ikhlas karena Allah.


Semoga kesabaran seorang muslimah atas rasa gerah, risih dan ribet yang mungkin dirasakan oleh sebagian dan juga kesabaran menghadapi gunjingan orang lain menjadi sebab selamatnya dia dari ancaman neraka.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaqah 20. Penjelasan Pokok Kelima Bagian 3

Halaqah yang ke-20 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al-Ushūlul As-Sittah (6 Kaidah), sebuah kitāb yang dikarang oleh Syaikh Muhammad...